Minggu, 22 Juli 2018 Mazmur 6:1-9 KASIH SETIAMU
Minggu, 22 Juli 2018 Mazmur 6:1-9
KASIH SETIAMU
Kita tentu mengenal hukum sebab akibat yang mengajarkan bahwa setiap apa yang dilakukan akan memberi buah, entah itu buah yang baik ataupun buah yang busuk.
Mazmur tersebut dilatarbelakangi oleh hukum sebab akibat. Penderitaan yang sedang dialami, adalah cara Allah mendisiplinkan umat-Nya untuk sadar bahwa apa yang telah dilakukan tidak berkenan kepada-Nya. Pendisiplinan yang Allah lakukan sungguh menggelisahkan hati, pikiran dan hidup pemazmur yang membuatnya menjadi lesu dan berkeluh kesah. Pemazmur sadar bahwa ia tidak berdaya menjalani pendisiplinan yang Allah lakukan sehingga mendorong pemazmur untuk sungguh-sungguh mengaku dosa sambil berharap pada kasih setia Allah. Harapan akan kasih setia Allah, dimaksudkan bukan untuk menghapus pendisiplinan, tetapi untuk tetap melihat kemurahan dan anugerah Allah dibalik apa yang dialami.
Mungkin anda sedang menderita, bergumul dan bersusah hati seperti pemazmur. Lalu apa yang telah anda lakukan? Berkeluh kesah sepanjang waktu tidaklah menghasilkan apa-apa. Karena itu, penting belajar dari pemazmur bahwa ketika ia menemukan akar pergumulannya, maka dengan hati yang tulus pemazmurpun berharap pada kasih karunia Tuhan yang menimbulkan harapan, membangunkan semangat dalam menjalani hidup dengan berbagai tugas dan tanggungjawab. Penting untuk kita imani bahwa Allah bukanlah seorang pendendam yang hanya tahu menghukum, tetapi sebaliknya Dia adalah Allah yang selalu menyediakan anugerah-Nya pada setiap hal yang sedang kita alami. Tetaplah percaya akan kasih setia Tuhan. Amin
Napoparannu Puangta,Naposende Pela’bak Ke denni tau sule mangaku garri’
(londe-londena Toraya by Pdt.J Lebang)
Diposting tanggal 16 Jul 2018
