KAMI BUTUH PENDAMPING
Jemaat Wangka adalah salah satu jemaat dalam lingkup Gereja Prostestan Indonesia Donggala (GPID) yang sebagian warganya hidup penuh kesederhanaan dan gedung gereja mereka juga hancur akibat gempa. Begitu juga ekonomi warga jemaat mengalami kesulitan. Dalam konteks demikian, kami sangat bersyukur karena ada tenaga fasilitator dari Gereja Toraja yang datang mengunjungi kami, memberikan perubahan pola pikir, arahan bagaimana menggali dan melihat potensi disekitar kami serta juga arahan untuk bagaimana memanfaatkan semua itu untuk kesejahteraan warga jemaat.
Melihat kondisi kami di Wangka, maka tentu apa yang sudah disampaikan kemudian didiskusikan sebagai sebuah inspirasi, motivasi untuk keluar dari pergumulan kami, maka kami masih membutuhkan praktik langsung di lapangan dari fasilitator ke depan. Jadi, kami masih merindukan untuk datang lagi ke tempat kami agar apa yang kami sudah dapatkan lewat pembinaan kali ini lebih lengkap dengan cara paktik langsung di lapangan sekaligus melihat potensi lain yang dapat dikembangkan ke depan.
Hal ini sebagai respon warga jemaat yang diungkapkan langsung oleh ketua Majelis Pnt. Benyamin, juga sebagai ketua panitia pembangunan gedung gereja, sekaligus sebagai Kepala Desa di Wangka yang baru terpilih beberapa waktu lalu yang akan memimpin sekitar 150 kk di Desanya. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran fasilitator Pnt. Aleksander Mangoting dari Pengurus Pusat Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja Dalam pembinaan yang dihadiri puluhan peserta berlangsung 17/9/2019 malam dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan. Dalam pembinaan kali ini tetap pada tema “Ketahanan pangan paskah bencana” dengan titik berangkat dari perubahan pola pikir, kemampuan untuk melihat berbagai potensi di sekeliling sehingga potensi itu dapat dimaksimalkan dengan diberi arahan dan pendampingan untuk dapat memaksimalkan potensi yang ada.
Perlu Pendampingan
Kalau melihat pergumulan dan kondisi kami di Wangka ini maka dari diskusi dalam pembinaan kami masih sangat membutuhkan pendampingan ke depan dari Fasilitator walaupun letak kami sangat jauh dari Toraja, tetapi dalam kerjasama dengan GPID yang kemudian diatur sedemikian rupa sehingga perjalanan ke Sulteng dapat dimaksimalkan dalam mendampingi jemaat yang mengalami pergumulan seperti kami di Wangka. Demikian diungkapkan Pnt. Benyamin diakhir sesi ketika akan menutup kegiatan ini.
Diposting tanggal 25 Sep 2019
