Jumat, 4 oktober 2019 Wahyu 2:12-17 BERANI MENGOREKSI DAN DIKOREKSI (Barani disassan sia massassan)
Jumat, 4 oktober 2019 Wahyu 2:12-17
BERANI MENGOREKSI DAN DIKOREKSI
(Barani disassan sia massassan)
Musuhmu yang paling berbahaya adalah orang-orang terdekatmu. Dalam maksud yang positif ungkapan ini bisa di pahami sebagai peringatan untuk berani saling mengoreksi dan dikoreksi oleh orang-orang terdekat kita. Dalam banyak kesempatan kita tahu bahwa seringkali sahabat kita melakukan kekeliruan, namun tidak kita tegur karena takut menyinggung perasaannya.
Tuhan menegur jemaat di Pergamus karena membiarkan ajaran sesat tumbuh dalam Jemaat. Memang, mereka mendapat pujian dalam hal ketahanan menghadapi tekanan dari luar. Mereka hidup di daerah yang menjadi pusat penyembahan berhala yang digambarkan sebagai tahta iblis, tetapi tetap bertahan dalam ketaatan kepada Tuhan (ay.13). Sayangnya, mereka sepertinya tidak menyadari bahwa iman mereka digerogoti dari dalam. Ada beberapa orang di antara mereka yang menghalalkan zinah dan menajizkan diri dengan makanan berhala (ay.14). Ada juga yang mengikuti Nikolaus yang mengajarkan mereka untuk tidak perlu repot menjaga kekudusan hidup sebagai anak-anak Tuhan (ay.15). Tampak jelas, bahwa dua ajaran ini akan membuat orang-orang percaya di Pergamus semakin serupa dengan dunia. Allah membenci ajaran ini dan meminta mereka bertobat (ay.16).
Sebagai pengikut Kristus, kita harus selalu mawas diri. Di bawah bayang-bayang dosa, kita bisa saja jatuh ke dalam kesalahan. Begitu juga dengan orang-orang yang kita kasihi. Pembiaran dengan alasan “tidak enak” bisa berdampak makin parah. Karena itu dalam tuntunan Tuhan mari terus mengoreksi diri bahkan berani mengoreksi penyimpangan yang entah sengaja atau tidak dilakukan oleh orang-orang dekat kita. Amin
Diposting tanggal 25 Sep 2019
