WARGA JEMAAT WATUWALI BUTUH KERJASAMA
Salah satu jemaat Gereja Prostestan Indonesia Donggala (GPID) yang juga ikut merasakan dampak-dampak Tsunami dan gempa yang lalu adalah jemaat Watuwali yang terletak sekitar 8 km dari kota Kulawi arah menuju Gimpu. Sebagai warga jemaat yang mengalami dampak dari peristiwa tahun lalu, maka tentu kami sangat membutuhkan kerjasama dalam hal transfer pengetahuan, keterampilan di dalam mengelola perekonomian, secara khusus dalam pembinaan untuk mampu memaksimalkan potensi lokal untuk peningkatan kesejahteraan anggota jemaat. Dan apa yang kami dapatkan dalam pembinaan kali ini amat penting dan strategis dimana kami disadarkan untuk melihat berbagai potensi di lingkungan kami untuk dikembangkan, dan kami sudah diberikan berbagai trik, strategi dan sistem kerja bahkan sudah diarahkan untuk dapat mengelolanya lebih kreatif dan inovatif.
Hal ini terungkap dari percakapan dalam pembinaan yang dilakukan pada hari Senin (16/9/2019) di Jemaat Watuwali dan beberapa warga jemaat tetangga yang hadir dalam pembinaan tentang “Ketahanan pangan paskah bencana” dengan titik berangkat dari perubahan pola pikir, kemampuan untuk melihat berbagai potensi di sekeliling sehingga potensi itu dapat dimaksimalkan dengan diberi arahan dan pendampingan dengan fasilitator Pnt. Aleksander Mangoting dari Pengurus Pusat Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja. Dalam pembinaan yang dihadiri puluhan peserta berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan.
Perlu pelatihan
Pembinaan kali ini peserta lebih banyak diberi tantangan secara sederhana yang kiranya dapat memicuh atau mendorong peserta untuk lebih maju ke depan. Dalam konteks mereka, maka hal yang diperlukan adalah pelatihan secara sederhana untuk mengelola potensi yang ada di lingkungan mereka. Jadi ke depan masih dibutuhkan pelatihan secara sederhana dimana peserta akan menggali potensi apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan pelatihan.
Diposting tanggal 25 Sep 2019
