Minggu, 22 Desember 2019 Mazmur 80:1-8 MENERIMA TUHAN DENGAN HATI YANG TULUS (Lantuk penaa untammui Puang)
Minggu, 22 Desember 2019 Mazmur 80:1-8
MENERIMA TUHAN DENGAN HATI YANG TULUS
(Lantuk penaa untammui Puang)
Sudah menjadi tradisi dalam keluarga kami setiap tanggal 24 Desember dilaksanakan Natal keluarga. Salah satu acara dalam natal keluarga adalah saling mengakui kekurangannya dan saling memaafkan lebih-lebih kepada orang tua sebagai tanda pertobatan dan penyesalan, untuk kembali memulai hidup yang baru, dengan ikrar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Tuhan menyatakan murka-Nya kepada bangsa Israel karena pengkhianatan mereka. Beratnya penderitaan yang dialami membuat umat-Nya berkeluh kesah kepada Tuhan. Hal ini tampak dari kata "berapa lama lagi". Kalimat tersebut memperlihatkan ketidaksabaran mereka karena murka Allah tidak kunjung surut, walau mereka telah mengakui kesalahan dan berdoa memohon pengampunan-Nya (ay.5). Makanan sehari-hari mereka adalah penderitaan, ratapan, dan olok-olokan para musuh Israel (ay.6-7).
Walau murka Allah belum reda, Pemazmur mengingatkan bangsanya jangan berputus asa berharap kepada-Nya. Sebab, Allah Israel bukan hanya berkuasa atas alam semesta (ay.5-20), tetapi juga Allah yang pengasih dan penyayang. Dengan terus-menerus merendahkan diri dihadapan-Nya, Pemazmur berharap ekspresi kemarahan Allah berubah menjadi sukacita (ay.4-8). Keceriaan wajah Allah menandakan hari penyelamatan Israel segera tiba.
Ratapan pemazmur merupakan wujud penyesalan, pertobatan, dan pengharapan kepada Allah. Dalam kesedihannya, pemazmur sujud di hadapan Allah mengikrarkan tekad untuk memuliakan nama-Nya yang kudus. Sudahkah anda menghidupi pertobatan dalam Mazmur ini? Tuhan sudah menyatakan pengampunan-Nya, hiduplah dalam pertobatan yang sungguh kepada-Nya. Amin
Diposting tanggal 13 Dec 2019
