Kamis 29 Maret 2018 Markus 15:16-20a PENGHINAAN YANG SEJATI
Kamis, 29 Maret 2018 Markus 15:16-20a
PENGHINAAN YANG SEJATI
Pernahkah Saudara mengalami sebuah penghinaan yang mungkin sampai sekarang masih begitu terasa saat diingat? Ketika seseorang memalingkan wajahnya sementara saudara menegurnya dengan tulus atau saat orang lain meludah ketika memandang kepada Saudara? Penghinaan pun bisa berwujud melalui sanjungan yang mengangkat tinggi lalu pada akhirnya membanting sedemikian kerasnya. Ya, bisa saja saudara mengalami penghinaan karena setara dengan perbuatan sendiri dan hal itu mungkin dapat diterima, tetapi jika penghinaan itu bukan karena akibat kesalahan?
Bacaan ini menyaksikan bagaimana penghinaan yang teramat sangat dialami Yesus. Oleh serdadu-serdadu, Ia di bawa ke dalam istana bukan untuk didudukkan sebagai Raja yang berkuasa tetapi ke gedung pengadilan sebagai orang yang tertuduh. Jubah ungu, mahkota duri, salam hormat, disertai pukulan kepala dengan buluh, meludahi-Nya dan berlutut menyebah-Nya melengkapi semua penghinaan kepada Yesus. Apakah karena Yesus melakukan kesalahan sehingga Ia patut menerima penghinaan sedemikian? Jika kita melihat kepada diri kita, sesungguhnya penghinaan sejati yang di terima Yesus semestinyalah di tujukan kepada kita. Dosa-dosa kita yang mungkin saja tidak terlalu terlihat kepada sesama manusia tetapi sesungguhnya tidak tersembunyi dalam pandangan Allah. Dosa pikiran yang menjijikkan mungkin masih sering menguasai diri kita.
Tuhan Yesus sudah menanggung penghinaan sejati karena dosa-dosa kita. Dia telah memberikan hidup-Nya dikotori supaya kita di bersihkan. Ingat! bukan hanya sebagian dosa yang telah di tanggungnya tetapi seluruh dosa kita. Karena itu lepaskanlah pikian-pikiran hina, tanggalkan perbuatan-perbuatan hina dan menjijikkan. Yesus telah menanggungnya dan membersihkannya.
Diposting tanggal 26 Mar 2018
