Sabtu 31 Maret 2018 Ayub 14:1-11 BERTUNAS KEMBALI
Sabtu, 31 Maret 2018 Ayub 14:1-11
BERTUNAS KEMBALI
Suatu hari, pohon papaya di samping rumah kami layu tanpa kami tahu apa penyebabnya. Pemiliknya memberi kami saran agar menebangnya dengan menyisakan sebagian pokok atau pohonnya. Kami melakukan seperti saran itu, tidak lama kemudian benar tumbuh taruk-taruk baru dan hampir setiap dibutuhkan, kami dapat menikmati masakan sayur daun papaya dari taruk-taruk yang baru itu.
Bagi pohon masih ada harapan; apabila di tebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh (ay 7). Jika pohon yang di tebang bertunas kembali, bagaimana dengan manusia apabila ia mati? Ayub dalam penderitaannya menyampaikan pendapatnya: setelah mati tidak ada harapan lagi. Manusia yang lahir dari perempuan singkat umurnya. Seperti bunga ia berkembang pada masanya lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tiada dapat bertahan (ay 1,2). Ayub memberi cermin diri kepada kita tentang kefanaan hidup di dalam dunia ini. Dengan bercermin demikian kita disadarkan agar tidak terlena dengan kondisi yang kita alami. Sebab segala sesuatu di dunia ini akan berakhir.
Namun orang-orang percaya kepada Yesus yang mati dan bangkit ibaratnya pohon yang akan betunas kembali, ada kebangkitan yang pasti. I Tesalonika 4:14 “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpilkan Allah bersama-sama dengan Dia”. Hidup manusia tidak berakhir begitu saja di dunia ini. Tetapi ada kepastian di balik kematian. Kepastian inilah yang menjadi pegangan dan pengharapan mengerjakan dan menyikapi kefanaan hidup ini. Amin
Diposting tanggal 29 Mar 2018
