Bahan Khotbah Minggu ke-33 Tanggal 18 Agustus 2019 HAKIM SELURUH BUMI (To Umpaolai Salunna Mintu’ Lino)
Bahan Khotbah Minggu ke-33 Tanggal 18 Agustus 2019
HAKIM SELURUH BUMI
(To Umpaolai Salunna Mintu’ Lino)
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 82:1-8 |
| Bacaan 1 | : Yesaya 5:1-7 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : Ibrani 11:29-12:2 |
| Bacaan 3 | : Lukas 12:49-56 |
| Nas Persembahan | : Yesaya 5:1 |
| Petunjuk Hidup Baru | : Ibrani 12:2 |
Tujuan:
1.Jemaat memahami bahwa Tuhanlah hakim seluruh bumi.
2.Jemaat hidup dan taat kepada ketetapan Allah.
Pemahaman Teks
Mazmur 82 menjelaskan bahwa Tuhan berdiri sebagai hakim dan menuntut para hakim dunia yang sudah gagal membela orang-orang miskin dan tidak mampu menghukum orang-orang jahat. Ketidakadilan telah merusak sistem hukum yang telah ditetapkan oleh Tuhan, sehingga anak-anak yatim dan orang-orang yang lemah semakin menderita. Dasar dari terciptanya perdamaian dan ketertiban, baik dalam masyarakat, keluarga, maupun Gereja adalah kebenaran dan keadilan dari Allah (Mzm. 89:15;97:2). Kepemimpinan adalah hal yang serius dan sangat penting sebab para pemimpin adalah wakil Tuhan yang harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah. Para Hakim/Pemimpin dalam ketidakadilannya dapat menikmati kesenangannya, tetapi pada akhirnya mereka akan mati. Mereka akan dihakimi oleh Hakim seluruh bumi, yakni Allah. Dialah yang menetapkan dan menegakkan kebenaran, serta memerintah berdasarkan kebenaran-Nya. Dia adalah Tuhan kebenaran.
Yesaya 5:1-7 merupakan sebuah nyanyian yang disebut nyanyian tentang kebun anggur. Bangsa Israel disebut sebagai kebun anggur dan penggarapnya adalah Tuhan. Allah mempersiapkan dan mengolah serta menanami kebun itu dengan anggur pilihan. Ia mendirikan menara penjagaan di tengah kebun itu agar menghasilkan buah anggur yang baik, dan di tengah-tengah kebun itu Allah mendirikan menara jaga yakni hukum dan ketetapan-Nya agar bangsa itu hidup sesuai ketetapan Tuhan agar mereka tetap aman. Untuk itulah Allah memilih pemimpin dengan maksud untuk menjaga dan menuntun umat, tetapi ternyata bangsa itu menjadi egois, tidak tahu bersyukur. Keadilan bahkan tidak ada lagi di negeri, karena para pemimpin telah mengabaikan kebenaran Allah yang membuat Tuhan murka.
Dosa bangsa disebut sebagai “buah anggur yang asam” karena mereka tidak tahu lagi bersyukur atas berkat yang diberikan Tuhan, mereka hidup egois, orang kaya mencuri dari orang miskin dan kesenangan fisik telah menguasai manusia. Bahkan disebutkan tidak ada lagi keadilan di negeri itu, karena para pemimpin telah bersekutu dengan kejahatan dan berpaling dari kebenaran Firman Tuhan. Bangsa Israel disebut sebagai kebun anggur yang berbuah lebat, namun ketika umat itu berbalik dari pada Tuhan, dan menyembah ilah lain, sehingga Tuhan menghukum bangsa itu melalui bangsa lain yang akhirnya kebun itu menjadi rusak. Tuhan menghendaki buah yang baik, tetapi justru yang dihasilkan adalah buah yang asam.
Ibrani 11:29-40 menjelaskan bahwa iman adalah keyakinan yang membawa kepada ketaatan kepada Tuhan. Iman yang sejati didasarkan kepada Firman Tuhan dan dinyatakan dalam apa yang dilakukan. Orang yang beriman melakukan segala sesuatu untuk Tuhan, sehingga Tuhanpun melakukan segala sesuatu kepadanya sehingga mereka dapat mengalami dan melakukan hal-hal yang luar biasa.
Lukas 12:49-59 menjelaskan tentang Yesus yang datang membawa pemisahan. Kebenaran tetap kebenaran, dosa tetap dosa. Tidak ada kompromi. Damai yang dimaksudkan dunia tidak sama dengan damai yang dibawa oleh Yesus. Damai oleh Yesus adalah damai atas dasar keadilan dan kebenaran, sehingga tidak dapat berkompromi dengan kehendak jahat manusia.
Korelasi bacaan
Israel digambarkan sebagai kebun anggur dan penggarapnya adalah Allah sendiri. Allah sebagai hakim akan mengadili para hakim dunia yang bertindak sewenang-wenang. Ketidakadilan dan egoisme penguasa adalah perbuatan melawan ketetapan Tuhan. Ketika Allah bertindak dalam kebenaran-Nya untuk menegakkan keadilan, Ia menghukum penjahat dan membenarkan orang yang menderita akibat kejahatan itu. Keputusan Allah menyatakan pihak yang satu bersalah dan pihak yang lain benar. Dari pihak orang yang jahat keadilan Allah dialami sebagai murka dan penghukuman. Namun bagi pihak orang benar, keadilan Allah dialami sebagai pembenaran dan pemulihan. Jika pihak orang benar berada di bawah tekanan ketidakadilan, maka putusan Allah merupakan pembebasan dan penyelamatan bagi mereka.
Pokok-pokok yang dapat dikembangkan
-
Allah berdaulat dalam pemerintahan-Nya. Untuk itu pemerintah (Raja) yang disebut wakil Allah harus mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Allah. Pertanggungjawaban pelaksanaan hukum atas kebenaran dan keadilan adalah kepada Allah dan bukan kepada peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu para hakim/penguasa (pemerintah) harus berlaku adil berdasarkan kebenaran dan keadilan Allah.
-
Apa yang benar tentang Dasa Titah adalah benar tentang hukum-hukum lainnya. Allah sudah menetapkan Israel dalam keadilan dan mengikatnya dalam diri-Nya melalui perjanjian. Hukum-hukum mengatur dan merupakan respons Israel terhadap anugerah dan karya Allah yang Adil.
-
Menaati hukum berarti memelihara kebenaran dan keadilan yang merupakan pemberian Allah kepada Israel, agar mendatangkan syalom, tetapi melalui hukum itulah dinyatakan bahwa manusia telah berdosa dan merusakkan syalom sebagai buah keadilan.
-
Pemimpin-pemimpin di Israel pada setiap tingkatan mempunyai tugas utama, yakni memelihara atau memulihkan kebenaran dan keadilan. Hakim-hakim sebelum kerajaan di Israel tidak hanya terlibat dalam hal menghakimi sebagaimana peran hakim masa kini. Lebih dari itu, ada hakim yang justru perannya hanya melayani sebagai pembebas-pembebas militer dalam rangka mewujudkan karya Allah yang adil dalam bentuk penyelamatan yang nyata, seperti halnya Debora, hakim wanita, yang bersama Barak, pemimpin militer, memperoleh kemenangan yang besar di Megido (Hak. 5:11b).
-
Tugas memelihara keadilan terletak di pundak Raja-raja. Jika Raja setia dalam tugasnya menjalankan keadilan dan meneladani Allah yang melindungi orang lemah dan miskin (bnd. Ul. 17:18-20), maka Allah akan mengaruniakan kepadanya kemakmuran. Dalam tulisan-tulisan hikmat, ditekankan tentang tugas raja sebagai penegak keadilan sosial (bnd. Ams. 16:12;29:4,14) . Ibu Raja Lemuel memperingatkan anaknya agar jangan mabuk minuman dalam menjalankan tugasnya sebagai raja, sehingga ia melupakan apa yang telah ditetapkan dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas. Hal ini penting, sebab salah satu tugas penting bagi raja dalam perannya sebagai hakim, adalah untuk memenangkan perkara orang-orang yang tertindas.
-
Hanya oleh iman, kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan. Oleh iman juga kita dimampukan untuk menjadi penegak keadilan dan kebenaran itu. Ibrani 11:32-33 menyebutkan beberapa orang yang dapat menaklukkan kerajaan-kerajaan dan dapat mengamalkan kebenaran. Iman adalah kemurahan Tuhan terhadap kita yang dilandasi oleh kebenaran akan janji tanpa syarat dalam Kristus. Hal ini diungkapkan melalui pikiran kita dan diteguhkan dalam hati kita oleh Roh Kudus. Dengan demikian, kebenaran dan keadilan Allah hanya dapat diketahui dan dilakukan melalui iman.
Diposting tanggal 15 Aug 2019
