RUMAH BELAJAR UNTUK TORAJA CERDAS
Salah satu program Rumah Belajar dari Komisi Pekabaran Injil di bawah koordinasi Ketua I BPS Gereja Toraja telah diluncurkan di enam Pos PI yang sangat terpencil.
Menurut Pdt. Armand Dannari selaku Sekretaris Komisi PI, kegiatan ini telah direncanakan dalam program kerja Komisi PI sejak tahun lalu dan mulai dilaksanakan pada tahun 2019 ini. Program tersebut juga ditangani langsung oleh Komisi PI dan yang menjadi pelaksananya ialah Pendeta, Proponen dan Tenaga Pemberdayaan yang diutus langsung oleh BPS Gereja Toraja, katanya.
Ada enam daerah yang menjadi tempat rumah belajar ini dilaksanakan, yang berada di dua Kabupaten yakni Tana Toraja dan Pinrang. Adapun keenam daerah itu adalah Lewandi, Padang Alla, Ratte Paken, Kasambi, Sakkuang dan Gesseng.
Setiap rumah belajar memiliki fasilitas berupa buku-buku yang berjumlah sekitar 200 judul yang berbeda, TV 24 inci dan Flashdisk yang telah diisi dengan berbagai film rohani dan edukasi untuk anak-anak.
Berangkat dari kondisi di lapangan, di mana banyak anak-anak yang sudah duduk di bangku kelas 5 dan 6 SD namun ternyata belum mampu membaca dengan lancar. Hal ini dikarenakan keterbatasan pendidik yang diakibatkan oleh berbagai faktor diantaranya akses jalan dan jarak tempuh yang sangat jauh. Sehingga tenaga PI tidak hanya berfokus kepada pelayanan di Gereja tetapi juga melakukan pelayanan sosial yang di dalamnya termasuk Pendidikan, kata Pdt. Armand Dannari.
Ada satu orang Pendeta yang ikut serta dalam pelayanan sosial ini tepatnya di daerah Sakkuang, tiga orang Proponen masing-masing di daerah Kasambi (Simbuang), Gesseng (Pinrang) dan Ratte Paken.
Karena kegiatan ini merupakan bagian dari Lembaga Misi maka sasaran utama program ini juga tidak dapat dilepaskan dari pengenalan akan iman Kristen, ungkap Pdt. Armand Dannari.
Dengan terlaksananya program ini maka diharapkan agar pemerintah melakukan pengawasan dan lebih selektif lagi dalam memilih tenaga Pendidik yang akan ditempatkan di daerah-daerah yang terpencil. Serta kehadiran tenaga-tenaga PI boleh membuka pola pikir masyarakat agar terus memberikan ruang kepada anak-anak kita untuk dapat bertumbuh cerdas dengan lebih baik, tutur Pdt. Armand Dannari.
Diposting tanggal 08 Aug 2019
