Kamis, 8 Agustus 2019 Yesaya 9:7-11 KESOMBONGAN MENDAHULUI KEHANCURAN Kamadaoan penaa mebaa lako kasanggangan
Kamis, 8 Agustus 2019 Yesaya 9:7-11
KESOMBONGAN MENDAHULUI KEHANCURAN
Kamadaoan penaa mebaa lako kasanggangan
Kepintaran, kekuasaan, kekuatan terkadang membuat kita jatuh pada kesombongan karena kita merasa bahwa semua itu kita miliki karena kekuatan kita sendiri. Bahkan tidak jarang orang yang merasa mampu mengendalikan dan mengatur hidup ini tanpa Tuhan. Dalam buku, “Tujuh dosa yang mendatangkan maut”, Billy Graham menempatkan kesombongan pada urutan pertama yaitu kesombongan mendahului kehancuran.
Perikop hari ini menggambarkan kesombongan Israel dengan sifatnya yang tidak mau bertobat sehingga murka Allah turun atas mereka. Walaupun dalam kesulitan besar, mereka tidak bersedia merendahkan diri dan berbalik kepada Allah. Meskipun Allah terus memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka masih saja mengabaikan peringatan-Nya (ay.7,11b). Dengan sombong mereka hendak membangun kembali negeri mereka yang hancur dan membuatnya lebih kuat serta megah dari pada sebelumnya (ay.8-9). Akibatnya, bangsa-bangsa kecil disekitarnya di pakai Tuhan menghukum bangsa Israel (ay.10-11a).
Belajar dari perikop hari ini, mari kita mengingat bagaimana perjalanan kita selama ini. Tuhan dengan kasih-Nya terus menyatakan peringatan dan firman-Nya untuk mengatur dan memproses hidup kita supaya berjalan baik dalam tuntunan dan kendali-Nya. Jangan tunggu murka Allah dan penghukuman-Nya terjadi dulu lalu mau bertobat. Bukankah hidup terus berjalan dan kita tidak tahu sampai kapan kita hidup? Berapa banyak peringatan dan kesempatan yang diberikan kepada kita untuk bertobat? Marilah dengan rendah hati kita akui semua kegagalan dan dosa-dosa kita dan berbalik kembali kepada Allah. Lembutkanlah hati dan senantiasalah meminta anugerah Tuhan untuk mau berubah. Amin
Diposting tanggal 06 Aug 2019
