Rabu, 16 Januari 2019 Bilangan 27:1-11 HAK YANG SAMA Pada Ma’mana’
Rabu, 16 Januari 2019 Bilangan 27:1-11
HAK YANG SAMA
Pada Ma’mana’
Allah sesungguhnya telah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya, serta memberikan tanggung jawab yang sama untuk mengelola bumi (Kej. 1:27-28). Itu berarti bahwa Allah telah memberi kemampuan yang sama untuk laki-laki dan perempuan. Tetapi dalam perjalanan kehidupan, tercipta batasan khususnya dalam pembagian tugas, seolah laki-laki lebih kuat daripada perempuan. Budaya patriarkhal berakar kuat dalam kehidupan orang Israel. Hal inilah yang membentuk cara berpikir dan mempengaruhi sikap, serta tindakan orang Israel. Mereka menganggap laki-laki punya kedudukan yang lebih tinggi daripada perempuan, bahkan dalam hal pembagian warisan.
Keadaan inilah yang dialami oleh putri-putri Zelafehad, yaitu Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza. Namun demikian, mereka berani menembus paham patriarkhal yang mengakar kuat di kalangan orang Israel. Mereka memperjuangkan hak mereka dengan meminta kepada Musa tanah milik di antara saudara-saudara ayahnya (ay. 4). Sebagai seorang pemimpin, Musa tidak mengambil keputusan sendiri, tetapi Musa segera menyampaikan hal itu kepada Tuhan (ay. 5). Tuhan memberi keputusan-Nya dengan membenarkan perkataan anak-anak Zelafehad (ay. 7).
Melalui kegigihan dan keberhasilan perjuangan anak-anak Zelafehad ini, kita diyakinkan bahwa Allah selalu menunjukkan keadilan-Nya kepada umat-Nya, baik laki-laki maupun perempuan. Allah tidak membeda-bedakan manusia, tetapi senantiasa berbelas kasihan kepada mereka. Allah memperlakukan manusia sama, sebab di hadapan Tuhan semua orang punya hak yang sama. Karena itu kita pun harus turut serta memperjuangkan persamaan hak bagi setiap orang. Amin
Diposting tanggal 12 Jan 2019
