Sabtu, 30 November 2019 Mazmur 24:7-10 RAJA KEMULIAAN (Kamala’biranna Datu)
Sabtu, 30 November 2019 Mazmur 24:7-10
RAJA KEMULIAAN
(Kamala’biranna Datu)
Dalam dunia kuno, pesta menyambut kembalinya raja yang telah memenangkan peperangan adalah sebuah penyambutan yang sangat meriah karena di sambut dengan sorak-sorai. Penyambutan yang senada juga masih sering terjadi zaman sekarang ini ketika seorang pejabat negara datang ke sebuah daerah dengan dilakukannya berbagai kegiatan-kegiatan yang meriah dalam rangka penyambutannya sebagai bentuk penghormatan kepadanya atas jabatan negara pada dirinya.
Pintu-pintu gerbang yang di sebutkan dalam bacaan ini ialah pintu gerbang bait Allah yang sudah tua. Pintu gerbang itu di ajak menjadi besar dan lebar, sehingga Raja besar dan mulia dapat masuk. Dialah Raja yang perkasa, telah memenangkan peperangan, Dia adalah Raja semesta alam. Ayat-ayat ini menunjuk kepada Mesias karena Raja Kemuliaan itu adalah Tuhan Yesus (bnd. Yoh 1:14). "Angkatan orang-orang yang menanyakan Dia" (yaitu, orang-orang percaya yang setia) harus berdoa agar "Raja Kemuliaan" akan datang. Doa ini untuk datangnya kerajaan Allah mengantisipasi pemerintahan kekal Kristus dan kebinasaan terakhir dari kejahatan.
Raja Kemuliaan yang berdiri di depan pintu juga kembali di aksikan dalam pewahyuan kepada Yohanes; “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Why 3:20). Setiap saat Tuhan Yesus berdiri di depan pintu hati kita, ia hendak masuk dan bertakhta di dalamnya untuk memerintahkan damai sejahtera bagi setiap orang yang membuka pintu hatinya bagi Raja Kemuliaan itu. Mari membuka pintu hati, Yesus Kristus hendak bertakhta di dalamnya.
Diposting tanggal 26 Nov 2019
