Minggu, 1 Desember 2019 Mazmur 124:1-8 NYARIS BINASA (Sidi’mora na sanggang)
Minggu, 1 Desember 2019 Mazmur 124:1-8
NYARIS BINASA
(Sidi’mora na sanggang)
Karapa. Dalam Kamus Toraja-Indonesia, karapa artinya hampir, nyaris, untunglah tidak. Dalam percakapan sehari-hari, kata karapa tergolong sering diucapkan. Contoh penggunaannya: karapa na tae’ nala’ka’i ambe’na, tobangmo (terjemahan bebas: seandainya ayahnya tidak memegangnya, ia sudah jatuh). Dalam konteks kalimat di atas, nyaris saja terjadi celaka seandainya pertolongan tidak datang tepat pada waktunya.
Dalam nyanyian ziarah ini, raja Daud menyadari kondisi bangsa Israel yang sebenarnya nyaris dicelakai musuh. Seandainya Tuhan tidak berpihak kepada Israel, kebinasaan sudah terjadi (ay.1). Israel dalam situasi ancaman yang serius. Ancaman karena kemarahan lawan yang meluap-luap (ay.2-3). Bagaikan terjangan air banjir yang mematikan (ay.4-5). Untunglah Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan telah memberikan pertolongan dengan cara yang tepat dan pada waktu yang tepat.
Beberapa waktu yang lalu, seseorang diberitakan mengalami tusukan badik di pahanya. Ia sedang berada di dalam sebuah bus penumpang. Tanpa sadar ia duduk dengan posisi satu kaki terangkat. Penumpang di sampingnya merasa tersinggung dan menghunus badik lalu menusuk paha orang tersebut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang duduk di sampingnya ternyata bisa mencelakainya. Memang sering dikatakan bahwa jarak kita dengan kecelakaan itu hanya tipis. Ada saja yang dapat muncul tiba-tiba di sekitar kita yang dapat mencelakai. Seperti raja Daud, mestinya setiap saat kita menyadari bahwa keselamatan hidup hari ini adalah pertolongan Tuhan. Biarlah kita berkata: jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita, hidup ini mungkin sudah mengalami celaka. Seringkali hidup ini nyaris celaka jikalau bukan Tuhan yang menolong. Amin
Diposting tanggal 26 Nov 2019
