Senin, 2 Desember 2019 Roma 6:1-14 JANGAN GILA DONG (Da’ iko mu bomboan)
Senin, 2 Desember 2019 Roma 6:1-14
JANGAN GILA DONG
(Da’ iko mu bomboan)
Dua orang sahabat saling bertukar cerita. Seorang diantaranya bercerita dengan wajah berbinar-binar perihal istrinya yang amat penyabar. Baginya, kesabaran istrinya benar-benar berada pada level sempurna. Kesalahan apapun yang ia lakukan, istrinya tidak pernah mempersoalkan. Sehingga muncullah niat dalam hatinya untuk main serong dengan perempuan lain. Perbuatan itu sudah beberapa kali ia lakukan. Toh, istrinya tidak akan memarahi dia. Sahabatnya membentak dia dari samping dengan nada sangat kesal: “Jangan gila dong! Mengkhianati kebaikan hati istrimu adalah tindakan seorang pecundang. Kawan, istrimu amat sabar bukan berarti boleh kau manfaatkan untuk memuaskan kebejatan nafsumu!”
Tuhan itu baik. Amat baik. Manusia yang berkubang dalam lumpur dosa, diberikan kasih karunia pengampunan dosa. Betapapun banyaknya dosa manusia, kasih karunia Allah masih lebih besar untuk mengampuni. Ajaran ini cenderung mulai dipahami dengan keliru oleh jemaat di Roma. Pemahaman berkembang mengatakan berbuat dosa sebanyak-banyaknya itu berarti kasih karunia Allah juga semakin bertambah. Dengan tegas Paulus mematahkan paham yang demikian (ay.1-2). Bagaimanapun juga kasih karunia Allah tidak dapat dipermainkan.
Tak dapat disangkal, masih ada orang Kristen yang memahami kasih karunia Allah dengan keliru. ada yang mengatakan: “kalaupun hari ini saya melakukan dosa, hari Minggu saya bisa mengaku dosa”. Seperti perkataan seorang sahabat di atas: “jangan gila dong!” Kata itu juga tepat disampaikan kepada siapa saja yang menganggap masih ada celah berbuat dosa karena ada anugerah pengampunan dari Tuhan. Pengampunan itu seharusnya kita syukuri, bukannya dipermainkan. Amin
Diposting tanggal 26 Nov 2019
