Kamis, 28 November 2019 Mazmur 24:1-6 KEMULIAAN ALLAH (Kamala’biranNa Puang Matua)
Kamis, 28 November 2019 Mazmur 24:1-6
KEMULIAAN ALLAH
(Kamala’biranNa Puang Matua)
Kekaguman terhadap alam semesta ini membuat kita seperti pemazmur merasa kecil dan tak berdaya di hadapan Tuhan; tentang bagaimana Tuhan mengaturnya sedemikian rupa dan menatanya sedemikian indah. Akan tetapi manusia yang di beri kuasa untuk memeliharanya ternyata banyak yang tidak bertanggung jawab dan menyimpang dari tugasnya.
Bacaan saat ini merupakan nyanyian pawai yang mengungkapkan tentang kedaulatan ilahi atas dunia bendawi (ay. 1a) dan yang manusiawi (ay.1b), suatu kedaulatan yang lahir dari kedudukanNya sebagai pencipta, hal itu yang di hayati raja Daud dan membuatnya tercengang melihat purba-jaga yang demikian berdaulat. Selanjutnya jika manusia hendak menerima berkat maka mereka harus hidup benar di hadapan Allah yaitu memelihara kesucian tangan (lahiriah) dan hati (batiniah), suatu kesetiaan tanpa cela kepada Allah dan kepada manusia.
Tuhan senantiasa menyatakan berkat-Nya, namun tidak semua orang merasakan dan menikmatinya. Bagi mereka yang tidak mengalaminya mungkin saja karena hidupnya jauh dari Tuhan dan menetap dalam dosa dan bertekun dalam keinginan duniawi. Khotbah di Bukit mengenai ucapan bahagia; Tuhan Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Mat 5:8). Melihat Allah berarti menyaksikan berkat-Nya, dan hadirat-Nya, itulah cara yang paling baik untuk tetap menikmati berkat Tuhan dan melihat kemuliaan Allah dalam hidup kita selaku orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu, peliharalah kesucian hidup maka berkat dan kemuliaan Tuhan akan menjadi pengiringnya. Amin
Diposting tanggal 26 Nov 2019
