Rabu, 4 Desember 2019 Yesaya 54:1-10 BIAR GUNUNG BERANJAK (Moi anna tigegak t ubuntu)
Rabu, 4 Desember 2019 Yesaya 54:1-10
BIAR GUNUNG BERANJAK
(Moi anna tigegak t ubuntu)
Dalam sejarah sosial masyarakat Toraja, dikenal beberapa perjanjian (basse). Salah satu basse yang cukup terkenal ialah yang disebut basse ma’polo sondong panda mangle’ to banua. Perjanjian ini disepakati antara penguasa wilayah Tallu Lembangna di Toraja dengan penguasa dari Kerajaan Luwu. Secara sederhana, isi perjanjian ini dapat digambarkan bahwa antara penguasa wilayah Tallu Lembangna dengan penguasa Kerajaan Luwu tidak akan pernah lagi saling menyerang. Mereka akan saling menjaga. Jika salah satu mengalami musibah, yang lainnya akan memberikan pertolongan. Apapun yang terjadi, perjanjian itu akan dipegang teguh secara turun-temurun.
Allah juga telah menanamkan sebuah perjanjian kepada umat-Nya. Sebuah perjanjian prakarsa Allah sendiri tanpa harus menunggu persetujuan umat-Nya. Allah sendiri yang bersumpah untuk menyatakan kasihNya kepada umat Israel. Karena itu, Israel diperintahkan untuk bersorak gembira (ay.1). Karena perjanjian ini menyebabkan Israel mengalami perkembangan (ay.3) serta tidak akan mengalami ketakutan dan tidak akan dipermalukan lagi (ay.4). Biarpun gunung beranjak dan bukit bergoyang, perjanjian Allah takkan tergoyahkan (ay.10).
Allah telah menyatakan kasih-Nya kepada kita. Sama seperti perjanjian kasih setia-Nya kepada Israel, demikian jugalah yang telah dibuat-Nya kepada kita. Mungkin kita memang sering gagal menjaga komitmen perjanjian kasih dengan sesama. Tetapi tidak demikian dengan Tuhan. Sekali Dia berjanji, selamanya akan ditepati. Tidak peduli siapa saudara dan bagaimana latar belakang saudara, jikalau percaya kepada Tuhan, berarti telah menerima perjanjian kasih setia-Nya. Allah setia pada perjanjian-Nya itu. Ini sangat menggembirakan. Amin
Diposting tanggal 26 Nov 2019
