Sabtu, 23 Juni 2018 Lukas 21:25-32 KAPAN AYAH PULANG
Sabtu, 23 Juni 2018 Lukas 21:25-32
KAPAN AYAH PULANG
Waktu masih kecil, ayah sering pergi mengunjungi saudaranya. Ketika ia mau pergi, saya minta untuk ikut. Tetapi karena hari sekolah, ayah membujuk, “Tinggallah, nanti saya cepat pulang. Saya akan bawa oleh-oleh buat kamu”. Hari yang saya paling nantikan ialah kepulangan ayah. Setiap hari saya bertanya kepada ibu, “Kapan ayah pulang?”. Jawaban ibu selalu sama, “Tunggulah ayahmu pasti pulang.”
Perikop ini memberikan gambaran mengenai kedatangan Tuhan kembali ke dalam dunia. Akan ada peristiwa alam yang dahsyat, yang menggemparkan dan tidak seorang pun manusia bisa menghentikannya. Akan ada tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang (ayat 25). Manusia akan mengalami kecemasan dan ketakutan yang luar biasa dan tidak akan ada yang bisa terluput dari peristiwa itu (ayat 26). Bahkan Anak Manusia akan duduk di tahta kemuliaan-Nya dan orang percaya tidak perlu takut apa lagi kebingungan karena justru saat itulah penyelamatan orang benar akan dinyatakan (ayat 27-28). Untuk itu setiap orang percaya harus mempersiapkan diri dan terus berjaga-jaga karena waktunya akan datang (ayat 31, 32).
Seperti saya sangat merindukan dan menantikan ayah saya kembali untuk membawa ole-ole, demikian kedatangan Anak Manusia pasti akan digenapi. Bagi orang yang tidak percaya, kedatangan-Nya merupakan hari kegentaran, kebinasaan dan penuh ketakutan karena itu adalah hari penghukuman bagi mereka. Namun bagi setiap orang percaya, kedatangan-Nya bukan untuk ditakuti tetap justru dirindukan. Saat itulah nama-nama kita akan dipanggil dan kita menerima keselamatan abadi dari Allah.
Menantikan kedatangan-Nya
adalah semangat untuk tetap beriman.
Diposting tanggal 18 Jun 2018
