Jumat, 22 Juni 2018 Kisah Para Rasul 21:1-14 PERJALANAN INI TERASA
Jumat, 22 Juni 2018 Kisah Para Rasul 21:1-14
PERJALANAN INI TERASA
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan Sayang engkau tak duduk disampingku kawan. Banyak cerita yang mestinya kau saksikan di tanah kering berbatuan. Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan hati tergetar menampak kering rerumputan. Perjalanan ini pun seperti jadi saksi. Gembala kecil menangis sedih... sebagian syair lagu Ebit G. Ade yang menceritakan kepedihan hati karena bencana.
Pekabaran Injil Paulus melewati berbagai daerah yang sangat luas. Mulai dari Efesus menuju ke beberapa tempat seperti Kos, Fenesia dan Tirus sampai di Kaisarea (ayat 1-9). Jemaat yang berada di kota ini adalah jemaat yang tesebar sesudah Stefanus dihukum mati (Kis 11:19). Paulus menjelajahi daerah itu untuk memberitakan firman. Sampai seorang nabi bernama Agabus mengingatkan bahwa ia akan menderita jika pergi ke Yerusalem (ayat 11). Namun dalam iman Paulus tetap berangkat dengan keyakinan bahwa bukan hanya penderitaan, kematianpun jika demi Injil Kristus tidak menakutkan bagi Paulus. Dalam doa dan penyerahan, Paulus akhirnya berangkat ke Yerusalem (ayat 13,14).
Bagi Ebiet, ada bencana dan duka dalam perjalanan hidupnya yang sangat menyedihkan. Dalam perjalanan Paulus juga demikian. Namun ia tidak bersedih. Malah ia rela menyerahkan hidupnya untuk kemuliaan Tuhan. Mengapa? Karena ia sudah mengimani bahwa Allah telah menebus hidupnya dan sekarang hidupnya adalah milik Allah. Adakah sikap Paulus sama dengan sikap kita? bahwa hidupku telah ditebus dan telah menjadi milik Allah? dengan sikap demikian, kita jalani hidup sesuai dengan maksud Allah memberitakan Injil dan menyatakan kasih kepada sesama.
Saat kutakberdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat
Diposting tanggal 17 Jun 2018
