Jumat, 20 Juli 2018 Yeremia 10:11-25 KEBESARAN TUHAN
Jumat, 20 Juli 2018 Yeremia 10:11-25
KEBESARAN TUHAN
Seorang yang jalan kaki, melihat orang mengendarai sepeda dan berkata dalam hati: Ah…! seandainya aku punya sepeda. Ketika seorang berkendara bermotor mendahuluinya, pengendara sepeda itu mengkhayal: seandainya saya punya motor. Selanjutnya pengendara motor itu disusul sebuah mobil, sehingga membatin: gimana rasanya di dalam mobil itu ya. Ah, jika tulisan ini dilanjutkan, khayalan untuk makin besar tidak akan pernah berakhir. Kecenderungannya adalah melihat hal yang lebih besar dan megah ketimbang apa yang dimiliki. Sekalipun demikian, percayalah bahwa tidak akan pernah ada yang berkhayal ingin mengendarai petir, melipat muka bumi, atau menggulung langit.
Kondisi bangsa Israel sedang terpuruk secara luar biasa karena pembuangan di Babel. Keterpurukan itu menyangkut seluruh sisi kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan politik. Jangankan berposisi mengendarai mobil, motor, sepeda, jalan kaki. Mereka bahkan tidak bisa berdiri lagi karena kehancuran. Kepada mereka, Tuhan melalui nabi Yeremia, tidak menjanjikan ruang untuk jalan kaki, memberikan sepeda atau mobil. Yang diberikan kepada mereka adalah janji pemulihan dari Tuhan. Janji itu bukan janji dari dunia yang kemampuannya hanya sebatas menciptakan mobil atau pesawat dan menyerahkannya sebagai hadiah. Janji itu dijamin oleh kenyataan bahwa Dialah yang mencipta segala sesuatu, yang mengendalikan petir dan menggerakkan benda langit.
Seperti apa kehidupan kita sekarang? Terpuruk seperti orang Israel? Jangan takut. Allah kita luar biasa. Dia pemilik dan pengendali segala sesuatu. Jangan hanya sebatas melihat orang yang lebih baik dari kita, tetapi Pandanglah kekuasaan Tuhan. Sebaliknya, jika kehidupan terasa indah, dengan motor, mobil, pesawat, ingatlah bahwa Allah jauh lebih berkuasa dari apapun yang kita miliki. Amin
Diposting tanggal 16 Jul 2018
