Sabtu, 05 Oktober 2019 Matius 20:29-34 SENTUHAN KASIH ALLAH YANG MEMULIHKAN (Kamamasena Puang mepamaleke)
Sabtu, 05 Oktober 2019 Matius 20:29-34
SENTUHAN KASIH ALLAH YANG MEMULIHKAN
(Kamamasena Puang mepamaleke)
“Seandainya besok saya ditawari untuk bisa melihat dunia ini dengan sempurnah, saya tidak akan menerimanya. Saya mungkin tidak akan pernah bernyayi memuji Tuhan, jika saya lebih tertarik pada penglihatan yang lebih indah dan menarik”. Ini adalah pernyataan salah seorang penulis lagu yang sangat terkenal, yaitu Fanny J. Crosby. Karyanya banyak di temukan dalam buku Kidung Jemaat. Ia buta sejak kecil, tetapi itu tidak menghalanginya mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Kisah perjumpaan dengan Tuhan juga di alami oleh dua orang buta yang berada di pinggir jalan keluar Yerikho. Tidak seperti banyak orang yang gagal mengenal siapa Yesus sesungguhnya namun kedua orang buta ini justru membuat pengakuan yang luar biasa. Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami (ay.30-31). Seolah menyepelekan pengakuan dan upaya kedua orang buta ini, orang banyak yang mengiring Yesus menyuruhnya diam (ay.31). Akan tetapi, Yesus menunjukkan kepedulian-Nya. Yesus berbelarasa kepada mereka dan mencelikkan matanya (ay.32). Pemulihan ini membuat mereka melihat dengan jelas kasih Allah yang berpihak kepada orang-orang seperti mereka. Karena itu mereka tidak ragu mengikut Yesus (ay.34).
Keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Poin penting dari pengalaman Crosby dan dua orang buta yang di pulihkan itu adalah mereka mengenal siapa Yesus. Mereka merasakan bagaimana Allah berbelas rasa kepada mereka. Mereka tahu bahwa tidak ada cara terbaik merespons kasih Allah yang sangat besar itu selain mengikut Dia. Bagaimana dengan kita?. Amin
Diposting tanggal 25 Sep 2019
