Minggu, 06 Oktober 2019 Yesaya 7:1-9 PERTOLONGAN HANYA DATANG DARI TUHAN (Ludiomai Puang Matua tu pa’tunduan)
Minggu, 06 Oktober 2019 Yesaya 7:1-9
PERTOLONGAN HANYA DATANG DARI TUHAN
(Ludiomai Puang Matua tu pa’tunduan)
Dalam sebuah peperangan, strategi seorang panglima perang harus mampu menakar kekuatannya dan kekuatan lawan. Jumlah pasukan, senjata, dan mental harus di pertimbangan. Dalam kondisi kekuatan, kita harus lebih baik dari lawan sehingga penyerangan sangat mungkin dilakukan. Sebaliknya, memaksakan perang dalam kondisi kekuatan lawan lebih besar adalah kebodohan.
Ahas raja Yehuda, sedang mendapat ancaman dari raja Asyur (ay.1). Ahas dan seluruh rakyat sangat ketakutan (ay.2). Mereka sadar peluangnya untuk bertahan sangat kecil. Strategi terbaik yang bisa mereka rancangkan adalah bertahan selama mungkin serangan itu dengan cara mengamankan pasokan air ke Yehuda. Mereka memperkuat pertahanan kota pada ujung saluran kolam atas (ay.3). Sampai di sini mereka sungguh melupakan Tuhan. Untunglah, Tuhan berkenan melepaskan mereka sekalipun Ahas termasuk raja yang jahat di mata Tuhan. Allah menolong Yehuda karena janji-Nya kepada Daud nenek moyang Ahas. Yesaya dan anaknya di utus Tuhan menemui Ahaz (ay.3) dan menguatkan mereka (ay.4). Ahas yang tahu persis kekuatan Yehuda sepertinya ragu dengan berpikir “Kedua bangsa itu akan seperti api yang melahap Yehuda”, kata Ahaz. Yesaya terus meyakinkannya bahwa mereka hanya akan seperti puntung kayu api yang berasap (ay.4). Allah sendiri yang akan menghancurkan bangsa itu. (ay.7-9).
Dunia ini ibarat medan perang bagi kita. Banyak hal yang kita jalani dan rencanakan dengan menakar kekuatan dan peluang kita. Hanya saja, jangan lupa bahwa Allah bisa saja mengintervensi rancangan kita. Dari kisah Ahas, kita diingatkan bahwa Allah mengasihi dan menolong umat-Nya. Rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera. Amin
Diposting tanggal 25 Sep 2019
