Jumat, 18 Desember 2020 Ibrani 1:5-14 MENCINTAI KEADILAN (Ungkaduangi Kamaloloan) Love The Justice
Jumat, 18 Desember 2020 Ibrani 1:5-14
MENCINTAI KEADILAN
(Ungkaduangi Kamaloloan)
Love The Justice
Sebuah film keluarga yang menarik berjudul The Winslow Boy mengisahkan tentang seorang anak berusia 13 tahun yang dikeluarkan dari sekolah militer di Inggris karena dituduh mencuri. Namun ayah si anak yakin bahwa anaknya tidak bersalah, mengerahkan segala kemampuan untuk membela anaknya itu. Saat kasus ini menarik perhatian masyarakat, banyak orang mendukung anak itu dengan mengeluarkan slogan "Biarlah keadilan ditegakkan". Kenapa ada slogan itu? Karena dalam diri kita selalu ada kerinduan untuk keadilan bagi orang lain serta bagi diri kita sendiri.
Salah satu sifat Tuhan adalah adil. Hal itu dapat dilihat dengan jelas dalam pengabdian Yesus terhadap keadilan dan kebencian-Nya terhadap kefasikan dalam kehidupan, pelayanan dan kematian-Nya. Kesetiaan Kristus kepada Bapa-Nya selama Ia berada di bumi, sebagaimana ditunjukkan oleh kasih-Nya terhadap keadilan dan kebencian-Nya terhadap kejahatan. Keadilan Tuhan adalah sempurna, utuh, tidak bercacat dan tidak bercela. Semua yang Tuhan rencanakan, putuskan, dan kerjakan selalu berada pada koridor keadilan.
Yesus mencintai keadilan dan membenci kefasikan, dan itu nampak dalam pelayanan-Nya ketika yesus masih nampak melayani sebagai manusia di dunia. Sebab itu sebagai umat-Nya, kita pun harus hidup dalam keadilan dan membenci kefasikan yang nampak dalam hubungan kita dengan sesama. Hal itu akan terjadi apabila kita memiliki hubungan yang erat dengan Dia sebagai sumber keadilan itu sendiri. Kita hanya butuh kekuatan hati dan tuntunan Roh Kudus bahwa dengan melakukan keadilan maka Allah pun akan menyatakan keadilanNya dalam kehidupan kita. Amin
Diposting tanggal 16 Nov 2020
