Kecewa Tapi Jangan Berhenti
Pernahkah Anda kecewa dalam pelayanan Tuhan? Apa yang membuat Anda kecewa? Ya.... mungkin Anda kecewa karena ternyata pelayanan yang Anda lakukan tidak didukung oleh semua saudara seiman. Anda berfikir bahwa pelayanan yang telah Anda lakukan betul-betul baik dan murni untuk memuliakan Tuhan. Apalagi jelas-jelas rencana dan kerja Anda untuk kesejahteraan banyak orang tidak layak untuk ditentang. Pelayanan dan kerja ini seharusnya didukung oleh semua orang. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian.
Ya.... anda pantas kecewa. Kecewa karena ternyata kerja anda tidak dihargai. Kecewa karena ternyata ada saja orang yang tidak merespon dengan baik. Lebih kecewa lagi kalau ternyata kerja keras untuk pelayanan dan kesejahteraan manusia justru tidak didukung oleh tokoh gereja, tokoh masyarakat dan pemerintah. Wah... betul-betul stres dan mengecewakan. Bukankah justru gereja bertanggung jawab untuk kesejahteraan manusia? Bukankah tokoh masyarakat dan pemerintah yang seharusnya berfikir dan berbuat untuk kesejahteraan rakyat? Kalau mendapati kenyataan bahwa Gereja dan pemerintah justru berusaha mencegah terciptanya kesejahteraan manusia tentu sangat mengecewakan.
Sekali lagi, kalau menghadapi kenyataan itu anda pantas kecewa. Tetapi bukankah juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk membuktikan bahwa Anda betul-betul tulus dalam memikirkan kesejahteraan orang banyak? Bahwa Anda sebenarnya tidak mencari popularitas dengan berusaha berbuat baik? Ketulusan Anda teruji dengan tantangan. Kesetiaan Anda akan terbukti dalam perjuangan menghadapi mereka yang berusaha menggagalkan niat baik kerja Anda. Jangan sampai kekecewaan itu membuat Anda gagal dengan meninggalkan kerja yang sudah berjalan. Dan ketika Anda meninggalkan pelayanan itu, anda telah membuat mereka tertawa dan tersenyum atas kemenangan mereka menghentikan niat tulus Anda untuk kesejahteraan umat manusia.
Ini juga yang dialami oleh Nehemia ketika mencoba dan berjuang mengembalikan identitas dan citra umat Allah. Dengan membangun kota Yerusalem yang hancur berarti Nehemia telah berusaha mensejahterakan Israel (2:10c) Dan seharusnya pembangunan kota Yerusalem itu menjadi tugas para pelayan, nabi, tetapi ternyata justru mereka berusaha menggagalkan rencana Nehemia. Bagaimana caranya? Mereka mengintimidasi Nehemia agar Nehemia tidak meneruskan pembangunan itu. Intimidasi yang dilakukan juga berbagai macam. Mulai dari ancaman pembunuhan secara kasar sampai kepada usaha halus dengan berusaha menggiring Nehemia mencemarkan Bait Allah.
Lalu apa yang dilakukan Nehemia? Ternyata kekuatannya ada pada hubungannya dengan Tuhan. Ia menyerahkan semua dalam doa: Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku....
Sepenuhnya ia berharap pada Allah. Tantangan dan pergumulan yang dialaminya termasuk rencana jahat orang terhadapnya, semua diserahkan kepada Tuhan dalam doa. Itulah kekuatannya. Komunikasi yang akrab dengan Tuhan dalam segala situasi. Dan ia tidak lelah dengan apa yang dikerjakannya karena ia bergiat di dalam Tuhan.
Diposting tanggal 24 Mar 2016
