Jumat, 13 Maret 2020 Efesus 2:11-22 PERSATUAN Kamisaran
Jumat, 13 Maret 2020 Efesus 2:11-22
PERSATUAN
Kamisaran
Ada yang berpendapat bahwa nilai yang paling krisis di Indonesia saat ini adalah nilai Persatuan. Bahkan dikatakan bahwa Indonesia darurat radikalisme. Suatu paham yang ditanamkan oleh oknum-oknum pemuka agama tertentu dengan mengkafir-kafirkan orang lain yang berbeda dengan agama mereka.
Sejak zaman Yesus, orang Yahudi memahami bawah mereka adalah umat yang kudus, umat pilihan Allah. Karena itu orang-orang non Yahudi dipandang sebagai Kafir, najis, tidak tahir dan tidak akan selamat. Orang kafir disebut sebagai orang yang tidak bersunat. “sunat” adalah tanda lahiriah namun terlalu dibesar-besarkan oleh orang Yahudi. Karena itu Paulus menjelaskan dalam ayat 11 bahwa ia tidak mementingkan sunat lahiriah, melainkan “sunat hati”. Bagi Paulus “tanpa Kristus”, “tanpa pengharapan” atau “tanpa Allah” (ay.12) maka seseorang tidak dapat diselamatkan. Dengan kehadiran Kristus orang-orang yang dianggap kafir atau yang dulu “jauh” sudah menjadi “dekat”. Perseteruan Allah dengan mereka telah dirubuhkan oleh kurban darah Kristus yang tercurah di kayu salib. Kristuslah kurban damai perseteruan antara manusia dan Allah dan sesama (ay.14). Tidak hanya tembok pemisah antara manusia dan Allah yang rubuh tetapi tembok pemisah antara etnis Yahudi dan non Yahudi pun dihancurkan.
Paulus menekankan pentingnya memelihara nilai persatuan, baik dalam tubuh gereja, antar gereja dan di luar gereja. Gereja seharusnya menghargai perbedaan baik suku, bahasa, ras, budaya dan agama. Kristus mati di kayu salib mendamaikan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya manusia. Amin
Diposting tanggal 12 Mar 2020
