PASKAH: MOMENTUM KEMBALI DARI EMAUS MENUJU YERUSALEM Paskah: Tibalik dio mai Emaus anna sule lako Yerusalem

Bahan Penelaahan Alkitab, 17-22 April 2017

PASKAH: MOMENTUM KEMBALI

DARI EMAUS MENUJU YERUSALEM

(Paskah: Tibalik dio mai Emaus anna sule lako Yerusalem”

1 Korintus 5:6b-8

 

Pengantar:

Dalam bacaan ini Paulus menjelaskan bagaimana seharusnya hidup sesuai dengan makna Paskah. Untuk menjelaskan maksudnya, Paulus menggunakan metafora yang diambil dari dua hari raya orang Yahudi, yakni hari Raya Roti tidak beragi dan Paskah (Yahudi). Kedua hari raya tidak dapat dilepaskan satu dengan yang lain. Keduanya merupakan bagian dari peringatan sejarah keluarnya bangsa Israel dari Mesir menuju ke Kanaan. Pada waktu itu, Bangsa Israel harus menyembelih domba yang darahnya harus dioleskan ke pintu rumah mereka sehingga dilewati oleh malaikat kematian (Perhatikan: kata ‘Paskah” diambil dari kata Pesah atau passover dalam Bahasa Inggris yang berarti ‘melewati). Bersamaan dengan itu, mereka harus buru-buru meninggalkan Mesir sambil memakan roti tidak beragi (bnd. Keluaran 12). Kemudian hari, pantangan untuk menjauhi ragi itu bahkan dilakukan secara ketat oleh orang Yahudi, sehingga setiap kali mereka merayakan hari Raya Roti tidak beragi, semua orang Israel harus membersihkan seluruh rumah mereka dari segala macam sisa ragi. Pelanggaran atas perintah ini dapat menyebabkan orang tersebut dilenyapkan dari tengah bangsanya.

Paulus menggunakan kata ragi untuk menjelaskan dosa atau keburukan. Bagi Paulus, dosa/keburukan (seperti kesombongan) dapat membawa pengaruh yang luas bagi jemaat. Itu yang Paulus ungkapkan dalam peribahasa “sedikit ragi dapat mengkhamirkan seluruh adonan.” Dalam kaitan dengan perayaan Paskah sebagai peringatan kebangkitan Kristus, maka Paskah harus pula dipahami sebagai tindakan penyucian dari dosa. Orang yang telah menerima Kristus, hendaklah ia menjauhkan diri dari dosa; karena Kristus mati demi menebus dosa manusia. Perlu dipahami dalam hal ini, bahwa dengan menghubungkan pembuangan ragi dengan peristiwa Paskah, Paulus hendak mengajarkan bahwa ajaran teologis (tentang Paskah) menjadi dasar bagi etika Kristen. Dalam hal ini, teologi mendasari etika. Hal itu berbeda dengan ajaran agama lain yang lebih menekankan etika (moralitas) sebagai dasar dari teologi.

Pertanyaan diskusi:
  1. Bagaimanakah tindakan satu orang dapat membawa pengaruh buruk bagi seluruh jemaat atau banyak orang? Jelaskan dan berikan contohnya! (Matumbarito anna ia tu penggauranna misa’ tau untumang mintu’ kombongan ba’tu to buda? Pamalesoi sia pokadai susinna.
  2. Menurut saudara, kita berbuat baik karena sudah diselamatkan, atau kita diselamatkan karena berbuat baik? Diskusikanlah hal itu dalam kaitannya dengan makna peristiwa Paskah! (Umba susi pahangta, umpogau’ki’ melo belanna to dipasalama’miki’, ba’tu to dipasalama’moki’ belanna umpogau’ki’ melo)

Diposting tanggal 29 Mar 2017

Daftar Artikel

Allah berbicara kepada bangsa Israel agar menaati aturan yang akan diberikan kepada mereka ketika me.....

Selengkapnya ..

Mazmur 81:1-8 merupakan pujian pengajaran yang dinyanyikan oleh asaf dengan tujuan mengingat-ingat k.....

Selengkapnya ..

Perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria adalah hal yang tidak biasa dalam tradisi Yahudi jika seor.....

Selengkapnya ..

Sejak zaman Yesus, orang Yahudi memahami bawah mereka adalah umat yang kudus, umat pilihan Allah. Ka.....

Selengkapnya ..

Keluaran 17:1-7 menceritakan keberadaan orang Israel yang bersungut-sungut dan bertengkar dengan Mus.....

Selengkapnya ..

Paulus ingin mengatakan bahwa didalam diri Yesus Kristus, Allah diwujudkan dalam gambar kelihatan (b.....

Selengkapnya ..

Pelanggaran dari perintah inilah sehingga bangsa Israel mengalami pembuangan ke Babilonia. Mereka me.....

Selengkapnya ..

Jawaban tentang kehidupan setelah kematian, tentang surga dan tentang langit baru dan bumi baru seri.....

Selengkapnya ..

Balak raja Moab meminta pertolongan kepada Bileam seorang juru tenung yang sangat terkenal anak Beor.....

Selengkapnya ..

Mazmur 128 adalah nyanyian ziarah ketika umat Tuhan berangkat ke Bait Allah. Nyanyian ini dinyanyika.....

Selengkapnya ..

Pembacaan kita hari ini menceritakan tentang iman seorang Perwira. Disaat salah satu hambanya sakit .....

Selengkapnya ..

Bacaan kita menggambarkan bagaimana kerinduan Mikha agar bangsa-Nya tetap hidup di jalan yang Tuhan .....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...