HIDUP YANG MELAMPAUI KEMATIAN (Katuoan Ulleanni Kamatean)
Bahan Penelaahan Alkitab 2-8 April 2017
HIDUP YANG MELAMPAUI KEMATIAN
(Katuoan Ulleanni Kamatean)
Roma 8:6-11
Tujuan: Lihat tujuan khotbah hari minggu tanggal 1 April 2017
Pembimbing
Dalam bacaan ini, Rasul Paulus membagi manusia dalam dua katagori utama. Kategori pertama yakni mereka yang memiliki sifat-sifat yang dikuasai dosa. Sedangkan kategori kedua adalah mereka yang dikendalikan oleh Roh Kudus. Maksud pengkategorian tersebut adalah untuk menyampaikan pesan Allah mengenai betapa pentingnya Roh dalam kehidupan manusia. Dari penjelasan tersebut, kita dimungkinkan menjadi bagian dari kategori kedua, yaitu hidup di dalam Roh karena Tuhan Yesus telah memberikan atau mengerjakan jalan penyelamatan. Apabila kita sudah menerima Tuhan Yesus, kita perlu terus mengikuti-Nya sebab jalan yang diberikan-Nya adalah jalan yang menuju hidup kekal, melampaui kematian karena dosa. Suatu hidup yang penuh damai sejahtera. Apabila kita sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka setiap hari kita perlu memilih jalan hidup yang berpusat pada-Nya. Karenanya, kita perlu membaca, merenungkan, dan mempelajari Alkitab sebagai petunjuk dalam mengikuti kehendak-Nya.
Ketika seseorang hidup menuruti keinginan Roh, maka pola pikir dan perasaannya dikendalikan Roh Allah. Akibatnya, ia akan bersikap taat dan mengasihi Allah. Hidupnya menjadi berkat bagi orang lain dan bukan sebaliknya, menjadi beban bagi orang lain. Oleh karena itu, kehidupan seorang pengikut Kristus yang benar adalah kehidupan yang mengikuti keinginan Roh dan bukan mengikuti keinginan daging. Apabila kita mengaku bahwa hidup kita sudah diselamatkan melalui penebusan Yesus di kayu salib dan mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka Roh Kudus akan diam bersemayam di dalam hati kita, dan siap membimbing kita untuk menjalani kehidupan yang menjauhi keinginan daging, dan mentaati kehendak Allah Bapa. Kita akan dimampukan untuk menjalani hidup yang yang berkenan kepada Allah.
Pertanyaan untuk didiskusikan:
1. Faktor apa yang sering menjadi penghambat sehingga terkadang kita begitu sulit menjalani hidup sesuai dengan keinginan Roh? (Apasiara tu mesakkalangi sae lako nenne’ masussa tu katuoanta dipatengke situru’ pa’poraian Penaa?)
2. Renungkan, perubahan / manfaat apa yang telah kita rasakan dan alami sebagai orang yang telah hidup di dalam ‘keinginan Roh’. (Nannungi, umba susi ta sa’ding sia apara tu buanna lako kaleta ke tuo lanki’ “pa’poraianna Penaa?
Diposting tanggal 27 Mar 2017
