PENDERITAAN YANG MEMBAWA KEMENANGAN (Kamaparrisan Umpabu’tu Kapataloan)

Bahan Penelaahan Alkitab, 10-15 April 2017

PENDERITAAN YANG MEMBAWA KEMENANGAN

(Kamaparrisan Umpabu’tu Kapataloan)

(Filipi 2:5-11)

 

Tujuan:Lihat tujuan khotbah hari minggu tanggal 9 April 2017

 

Pembimbing

Dalam bagian ini, Rasul Paulus menggambarkan kasih Allah di dalam Kristus Yesus kepada umat-Nya, melalui kesediaan-Nya untuk menderita sebagai seorang hamba yang taat. Khusunya dalam Filipi 2:8, dijelaskan dengan menggunakan istilah, “Ia merendahkan diri-Nya” dan “taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib”. Maksud dari ungkapan ini ialah: Pertama; “Ia telah merendahkan diri-Nya”. Paulus mengatakan sorga dan tahta yang penuh sukacita, tidaklah menjadi pilihan bagi Yesus. Walaupun Dia sebenarnya tidak harus meninggalkan tahta-Nya, namun karena kasih-Nya, maka Dia memilih meninggalkan sorga dan mengambil rupa seorang manusia hina agar dia bisa memasuki ruang kemanusiaan yang kotor dan penuh dosa. Namun Ia sendiri tidak berdosa. Kedua; ‘taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib’. Ketaaatan Yesus bukan hanya ketika Ia mati, tetapi berlangsung dari awal sampai akhir, terus menerus dan sempurna. Mulai dari inkarnasi; Allah sang pencipta menjelma menjadi sama seperti manusia. Sebagai manusia, Ia mengambil peran sebagai seorang hamba. Seorang hamba tidak punya hak untuk mengatur hidupnya sendiri. Seorang hamba harus tunduk dan taat pada segala kehendak tuannya. Sebuah status dan peran yang sungguh ‘hina dan rendah’. Bahkan dalam kehadiran-Nya sebagai seorang manusia dan juga hamba, Dia pun harus menderita, bahkan kemudian mati. Matinya di kayu salib, sebuah tempat penghukuman yang terkutuk dan keji memalukan dalam konteks orang Yahudi, karena hukuman seperti itu hanya diperuntukkan bagi penjahat besar. Mengapa Yesus Mau melakukan itu semua? karena Yesus mentaati perintah Allah. Mengapa Yesus mau taat? Karena Dia mengasihi Bapa dan juga mengasihi manusia yang telah berdosa.

 

Pertanyaan Diskusi

  1. Sebagaimana Yesus Kristus telah “merendahkan diri-Nya”, demikian juga halnya dengan kita sebagai hamba yang diutus untuk menjadi saksi-Nya, senantiasa dituntut untuk bisa ‘merendahkan diri’. Secara kongkrit, bagaimana peran ini bisa kita nyatakan dalam tugas pelayanan kita sebaga hamba Tuhan? (Susi Yesus Kristus mangkamo”umpamadiong kalena”, susi dukamo lako kita taunNa tu disua mendadi sa’binNa, kumua la “umpamadionganki’ kaleta”. Umba ladikua umpapayanni lan passanan tengko pa’kamayanta te toean iate?
  2. Meneladani kesediaan Yesus dalam memikul salib-Nya, Setiap orang punya salibnya masing-masing (Jede Familie hat seine eigene Kreuz). Apa maksud dari ungkapan, “setiap orang punya salibnya masing-masing?” (Umpa’tuladanni kamengkaolanNa Yesus lan umpassan pea’ta’Na, simisa’-misa’ tau pantan den pea’ta’na. Apa battuananna te kada “simisa’-misa’ tau pantan den pea’ta’na”

Diposting tanggal 27 Mar 2017

Daftar Artikel

Tidak ada kekuatan abadi yang dimiliki oleh umat manusia di dunia. Kekuatan manusia tidak akan mampu.....

Selengkapnya ..

Yehezkiel 37:1-14 merupakan nubuat Yehehezkiel ketika ia berada dalam pembuangan bersama umat Israel.....

Selengkapnya ..

Gereja Toraja lahir dan tumbuh dalam zaman yang membara namun penuh harapan. Ia lahir pasca reruntuh.....

Selengkapnya ..

Melalui nabi Yeremia, Allah mengenang bagaimana Israel mengasihi Tuhan ketika ia masih muda dan kese.....

Selengkapnya ..

Peristiwa Yakub merebut hak kesulungan Esau, membuat ibu Yakub menyuruhnya untuk pergi menghindar da.....

Selengkapnya ..

Allah berbicara kepada bangsa Israel agar menaati aturan yang akan diberikan kepada mereka ketika me.....

Selengkapnya ..

Mazmur 81:1-8 merupakan pujian pengajaran yang dinyanyikan oleh asaf dengan tujuan mengingat-ingat k.....

Selengkapnya ..

Perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria adalah hal yang tidak biasa dalam tradisi Yahudi jika seor.....

Selengkapnya ..

Sejak zaman Yesus, orang Yahudi memahami bawah mereka adalah umat yang kudus, umat pilihan Allah. Ka.....

Selengkapnya ..

Keluaran 17:1-7 menceritakan keberadaan orang Israel yang bersungut-sungut dan bertengkar dengan Mus.....

Selengkapnya ..

Paulus ingin mengatakan bahwa didalam diri Yesus Kristus, Allah diwujudkan dalam gambar kelihatan (b.....

Selengkapnya ..

Pelanggaran dari perintah inilah sehingga bangsa Israel mengalami pembuangan ke Babilonia. Mereka me.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...