Bahan Khotbah Minggu Tanggal 22 Desember 2019 Adven 4 MENERIMA DIA DENGAN HATI YANG TULUS Sallo’ Penaa Untarima Puang Yesu

Bahan Khotbah Minggu Tanggal 22 Desember 2019
(Adven 4)
MENERIMA DIA DENGAN HATI YANG TULUS
Sallo’ Penaa Untarima Puang Yesu

Bacaan Mazmur : Mazmur  80:1-8
Bacaan 1   : Yesaya 7:10-25
Bacaan 2   : Roma 1:1-7
Bacaan 3 : Matius 1:18-25 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : 2 Tawarikh 19:9
Petunjuk Hidup Baru : Yesaya 32:17

Tujuan:

  1. Jemaat memahami bahwa menantikan kedatangan Yesus tidak bisa mengandalkan kemampuan akal saja.
  2. Jemaat  membuka hati yang tulus untuk dipakai Tuhan dalam segala rencana-Nya.

Pemahaman Teks:

Mazmur 80:1-8 berisi syafaat pemazmur yang memohon kebangunan rohani dan pemulihan umat Allah ke tempat yang penuh berkat dan perkenan Allah.  Pemazmur melukiskan suatu umat yang telah runtuh dari perlindungan Tuhan sehingga terbuka untuk diserang. Permohonan tersebut  lahir dari kenyataan bahwa mereka telah makan roti cucuran air mata dan telah menjadi bahan ejekan (ay. 6-7). Mereka mengharapkan pemulihan atas penindasan sebagai akibat dari ketidaksetiaan. Dengan kerendahan hati, pemazmur menaikkan syafaat kepada Allah agar menunjukkan kembali perkenanNya dan membuat wajahNya bersinar atas sisa kaum yang berseru kepadaNya (ay. 2,4). Mazmur ini berbicara kepada semua orang percaya secara pribadi atau kelompok, yang tidak mengalami kelimpahan hidup, kuasa dan kebenaran Allah sebagaimana dijanjikan dalam firmanNya. Umat harus menaikkan syafaat agar Allah berkenan membangun dan membaharui melalui kuasa dan kemurahanNya.

Yesaya 7:10-25 sekitar tahun 735/734 SM raja Israel dan raja Aram menyerang Yehuda. Nabi Yesaya meminta raja Ahas agar percaya kepada Allah akan kelepasan. Namun raja Ahas menolak tawaran Allah akan tanda ajaib. Dia justru meminta bantuan Asyur (lih. 2 Raj.16:5-18; 2 Taw.28:16-21). Ahas menolak nasihat nabi Yesaya untuk percaya kepada Allah akan datangnya kelepasan, dia justru mengandalkan akalnya yang terbatas dan meminta pertolongan kepada Asyur. Namun sekalipun demikian, Allah tetap memberi tanda pada seluruh rumah Daud akan lahirnya Imanuel (Yes. 7:13-16). Bahwa seorang perempuan muda mengandung (ay.14), dapat diartikan perawan atau seorang wanita muda yang belum menikah. Pengenapan akhir dari nubuatan itu terjadi melalui kelahiran Yesus oleh perawan Maria (Mat1:23). Maria adalah perawan dan tetap perawan hingga Yesus lahir (Mat 1:18, 25). Maria hamil secara ajaib oleh Roh Kudus dan bukan oleh seorang laki-laki (Mat.1:16, 23; Luk.1:35). Putra sang perawan akan diberi nama “Imanuel”, artinya “Allah menyertai kita” (Mat. 1:23). Nama tersebut memperoleh arti yang lebih mendalam pada saat Anak Tunggal Allah sendiri datang ke dalam dunia (Yoh. 3:16).

Roma 1:1-7 menggambarkan bahwa Allah dari semula menjanjikan dan menawarkan Injil (berita sukacita) yang telah diberitakan melalui nubuatan nabi-nabi (Yes. 7:14). Injil itulah yang telah menguasai dan mengendalikan Paulus, bahkan telah menetapkannya sebagai Rasul (ay.1). Injil tentang anak Allah yaitu “Imanuel”,  telah menyelamatkan orang-orang percaya kepada Allah dalam Yesus Kristus. Orang percaya telah dipisahkan dari dosa dan  didekatkan kepada Allah serta dikuduskan untuk melayani. Melalui tindakan pengudusan, Roh Kudus memperbarui watak orang percaya dalam kekudusan yang sejati (baca Kis. 9:13; Ef. 4:23-24). Dalam rangka memelihara dan menuntun orang percaya, maka Allah mengangkat dan menetapkan rasul-rasul, sebagaimana yang terjadi atas rasul Paulus. Dalam hal itu, rasul Paulus sangat menegaskan iman sebagai ketaatan (baca Rm.16:26). Bagi dia, iman yang menyelamatkan ditentukan dari semula dalam persekutuan dengan Allah melalui Yesus Kristus dalam kasih, ibadah, rasa syukur dan ketaatan.

Matius 1:18-25 menuturkan riwayat kelahiran Yesus yang menegaskan bahwa kelahiran Yesus bukanlah hasil hubungan gelap Maria dengan seorang laki-laki dan bukan pula hasil persundalan seperti tuduhan orang Yahudi yang menolakNya. Kelahiran Yesus sebelumnya telah dinubuatkan oleh para nabi dan merupakan pernyataan kehendak Tuhan atas Maria dan Yusuf.  Matius 1:18-25 mengungkapkan 3 hal: Pertama, Pertunangan Yusuf dan Maria adalah sah. Kedua, Ketulusan dan kerendahan hati Yusuf merupakan sebuah alasan penting mengapa Allah memilih pertunangannya dengan Maria untuk mewujudkan rencanaNya. Ketiga, Roh Kuduslah yang berkuasa atas diri Maria, sehingga dia mengandung dan genaplah nubuat nabi Yesaya tentang Imanuel.

Korelasi: Kelahiran Yesus berbeda dengan kelahiran manusia pada umumnya dan tidak mungkin dapat dinalar atau dianalisis oleh kemampuan logika manusia. Ia dikandung dari Roh Kudus (Matius 1:18b, 20b) dan Ia sudah ada sebelum dilahirkan. Sebelum kelahiran dan keberadaan-Nya dalam dunia, sebelumnya telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yesaya 7:14). Sederet fakta tentang kelahiran dan keberadaan Yesus, termasuk kesaksian rasul Paulus tentang Dia, jelas dapat menyisakan kontroversi. Hanya hati yang terbuka dan tulus seperti yang dimiliki Yusuf yang bisa memahami dan menerima kelahiran dan kehadiran Sang Imanuel. Sebaliknya kekerasan hati, pengandalan kemampuan dan logika seperti raja Ahas, akan menjadi penghalang menyambut pertolongan Sang Imanuel.

Garis Besar Khotbah

  1. Niat manusia tidak dapat membatalkan rencana Allah. Niat Yusuf meninggalkan Maria adalah reaksi atas kondisi kehamilan  Maria yang kontroversial dan sulit diterima oleh logika sehat manusiawi. Niat Yusuf untuk meninggalkan Maria adalah gambaran kemanusiaan yang cenderung “membelakangi” rencana Allah bila tidak sesuai dengan keinginan logika, nalar, dan analisis manusia. Akan tetapi logika manusia tidak dapat membatalkan rencana dan kehendak Allah untuk menyatakan penyelamatan manusia melalui kelahiran Yesus. Yesus (Ibrani: Yeshua/Yosua) artinya Tuhan menyelamatkan. Yesuslah Juruselamat yang menyelamatkan umat manusia dari dosa yang merupakan jiwa dan kehidupannya.
  2. Allah berkenan melibatkan manusia dalam rencanaNya. Ia berkenan memakai manusia dalam segala keberadaan dan keterbatasannya untuk mewujudkan rencana dan kehendakNya. Allah dari semula menawarkan berita  Injil  Imanuel kepada  manusia melalui pemberitaan nabi. Kekuatan Injil itu pulalah yang menangkap, menguasai, menetapkan dan mengendalikan Paulus sebagai rasul.
  3. Menerima kehendak Allah dalam ketaatan dan ketulusan hati. Keputusan Yusuf untuk tetap mendampingi Maria adalah sebuah keberanian yang berakar dalam kepercayaannya pada kebenaran kehendak Allah. Keputusan tersebut merupakan tanda kepatuhan/ketaatan pada kehendak Allah untuk menyelamatkan melalui kelahiran Yesus Kristus. Alkitab mengungkapkan bahwa Allah senantiasa mengatakan, menubuatkan, menjanjikan dan merencanakan apa yang akan dilakukanNya kepada umatNya. Lewat mulut nabi-nabi, hakim-hakim, rasul-rasul dan pribadi-pribadi yang ditentukanNya, Allah telah mengungkapkan rencana-rencanaNya. Kelahiran Yesus bukanlah peristiwa dadakan atau seketika itu terjadi, tetapi merupakan perwujudan dari apa yang telah dirancangkan, dijanjikan dan dinubuatkan Allah sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa. Setiap orang percaya dipanggil untuk terlibat dalam misi penyelamatan Allah. Tetapi kekerasan hati, pengandalan kemampuan  logika seperti raja Ahas, akan menjadi penghalang menyambut pertolongan Sang Imanuel.
  4. Ada sejumlah relasi yang perlu dipulihkan! Baik relasi Maria dan Yusuf yang terancam, relasi di antara sesama manusia, bahkan relasi antara Tuhan dan manusia. Untuk itulah Tuhan datang. Yesaya menubuatkan bahwa kedatangan Sang pemulih dan tindakan Allah hanya bisa diterima dengan ketulusan.

Diposting tanggal 18 Dec 2019

Daftar Artikel

Bahwa setelah lewat hari sabat, beberapa perempuan antara lain: Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus d.....

Selengkapnya ..

Kisah Ayub adalah peristiwa yang terjadi sebelum bangsa Israel ada. Yeheskiel 14:14,20 menceriteraka.....

Selengkapnya ..

Sejak ditangkap, Ia telah mengalami penderita mental dan fisik.Ia dikhianati murid-Nya sendiri, Ia d.....

Selengkapnya ..

Sejarah perjalanan Israel yang selama ini hidup dalam perbudakan, hampir tidak menyadari akan pereda.....

Selengkapnya ..

Rendahkanlah hatimu sampai di tempat yang paling rendah sehingga tak seorangpun yang dapat merendahk.....

Selengkapnya ..

Orang-orang akan datang membawa persembahan kepada raja baik berupa pengakuan maupun untuk mengambil.....

Selengkapnya ..

Kenyataan bahwa meskipun Israel/Yehuda tidak setia, Tuhan senantiasa setia memelihara perjanjian itu.....

Selengkapnya ..

Jarang sekali orang yang tetap setia ketika apa yang diharapkan tidak seperti kenyataan. Orang biasa.....

Selengkapnya ..

Bagi bangsa Israel, perayaan agama sangatlah berarti bagi pembaharuan iman umat. Itulah sebabnya All.....

Selengkapnya ..

Pada umumnya, di banyak tempat saat ini, semakin terlihat pembangunan gedung gereja yang bagus. Hal.....

Selengkapnya ..

Hanya ada satu Allah “Dialah Tuhan” yang dimuliakan dan disembah dalam Yesus Kristus. Ti.....

Selengkapnya ..

Berbagai mujizat ditulis oleh penulis kitab Injil Markus dan mujizat yang terbesar adalah sengsara d.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...