Bahan Khotbah Minggu ke-42 Tanggal 20 Oktober 2019 Pekan Pemuda TETAP BERPEGANG PADA KEBENARAN Tumanan Untoe manda’ Katonganan
Bahan Khotbah Minggu ke-42 Tanggal 20 Oktober 2019
(Pekan Pemuda)
TETAP BERPEGANG PADA KEBENARAN
(Tumanan Untoe manda’ Katonganan)
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 121:1-8 |
| Bacaan 1 | : Yeremia 31:27-34 |
| Bacaan 2 | : 2 Timotius 3:14-4:5 (Bahan Utama) |
| Bacaan 3 | : Lukas 18:1-8 |
| Nas Persembahan | : Mazmur 141:2 |
| Petunjuk Hidup Baru | : 2 Timotius 3:14a |
Tujuan:
1.Warga jemaat senantiasa meyakini dan berpegang pada kebenaran dari Tuhan
2.Warga jemaat senantiasa mewujudkan kebenaran itu dalam hidupnya.
Pemahaman Teks
Mazmur 121:1-8 merupakan mazmur yang menggambarkan peziarahan umat Tuhan dalam peribadahan menuju Yerusalem. Mazmur ini seperti dialog, yang satu menyatakan keyakinan bahwa Tuhan pasti menolong dan yang lain mengaminkan keyakinan itu. Hal ini sesuai dengan konteks umat Tuhan sebagai keadaan kaum ziarah yang pergi ke Yerusalem dengan menempuh jalan sukar dan berbahaya. Begitu pula secara rohani, orang beriman menempuh jalan yang sukar menuju Yerusalem sorgawi.
Dalam Yeremia 31:27-34, Tuhan membuat perjanjian yang baru yakni Tuhan akan menempatkan Firman-Nya dalam hati umat-Nya. Taurat-Nya tidak akan ditulis lagi pada loh batu, melainkan pada hati manusia. Perjanjian baru itu akan disertai dengan kuasa dan kasih karunia yang cukup bagi semua orang untuk hidup benar di hadapan Allah. Dengan kasih karunia itu, setiap orang dari dalam dirinya oleh kuasa yang dari Allah akan mengenal kebenaran Tuhan.
Dalam 2 Timotius 3:14-4:5, Rasul Paulus mengingatkan Timotius untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah diterima dan diyakininya. Paulus mengatakan bahwa situasi akan berubah, manusia akan mencintai dirinya dan melakukan segala yang buruk (ay. 1-4). Dalam situasi seperti itu dibutuhkan keteguhan. Bahkan Paulus mengatakan bahwa akan ada waktunya di mana orang tidak bisa lagi menerima ajaran yang sehat. Sebaliknya, mereka justru akan mengumpulkan guru-guru palsu untuk memuaskan keinginan mereka. Orang akan cenderung percaya pada dongeng. Di sinilah dibutuhkan kesabaran bagi orang yang teguh menyatakan kebenaran, bahkan dalam penderitaan sekalipun. Dalam bagian ini, ada dua hal yang disampaikan Paulus kepada Timotius. Pertama, keteguhan untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah dia terima dan tidak begeser dari keyakinan itu. Kedua, kebenaran itu juga harus disampaikan atau diberitakan kepada orang lain, sekalipun akan ada banyak tantangan bahkan penderitaan.
Lukas 18:1-8 berisi sebuah pengajaran yang disampaikan Tuhan Yesus tentang sebuah ketekunan. Seorang janda yang tekun memperjuangkan haknya di depan hakim yang tidak takut akan Allah dan akhirnya beroleh apa yang dia inginkan. Allah yang baik dan jauh melebihi hakim ini, tentu juga akan mengabulkan permohonan anak-anak-Nya yang tekun meminta kepada-Nya.
Korelasi Bacaan
Tuhan diyakini sebagai penolong yang teguh, karena Dia telah membaharui perjanjian-Nya dengan memberikan kuasa dan kasih karunia kepada setiap orang percaya, serta menuliskan dalam batin mereka setiap Firman-Nya. Kebenaran itulah yang harus dipegang teguh dan disampaikan kepada orang lain, sehingga kita menjadi orang-orang yang dibenarkan di hadapan Tuhan.
Pokok-pokok pengembangan khotbah
- Perikop 2 Timotius 3:15 menegaskan bahwa pengenalan akan kitab suci sejak dini amatlah perlu, karena hal itu akan dapat memberi hikmat dan menuntun kepada keselamatan. Jika sejak dini kebenaran itu diperkenalkan, maka akan dapat mengarahkan hidup seseorang untuk tetap berjalan pada kebenaran yang sejati.
- Tantangan yang sedang dan akan dihadapi khususnya bagi para pemuda, adalah bahwa ada godaan untuk lebih mengikuti perkembangan dunia termasuk ajaran-ajaran yang tidak benar, yakni hanya untuk memuaskan keinginan mereka. Seperti telah diingatkan oleh Rasul Paulus dalam 2 Timotius 4:3-4, akan ada waktunya orang tidak lagi menerima ajaran sehat dan sebaliknya justru mengumpulkan guru-guru palsu sesuai selera mereka.
- Ayat 5 mengatakan kuasailah dirimu dalam segala hal. Hal ini menjadi tantangan bagi orang percaya khususnya bagi para pemuda. Mampu mengendalikan diri dalam berbagai hal adalah sebuah tuntutan agar bisa tetap berjalan sesuai dengan kebenaran Tuhan.
Diposting tanggal 16 Oct 2019
