Yang Patut Dikenang

Setelah Yesus membangkitkan Lazarus, Yesus semakin dibenci sebagian orang Yahudi, terutama para pemimpinnya. Bahkan telah ada kesepakatan untuk membunuh Yesus (Yoh. 11:53). Karena itu Yesus menghindari tempat umum, dan bersama murid-murid-Nya menyingkir ke kota Efraim (Yoh. 11:54). Namun karena Yesus menghargai undangan Lazarus, maka Ia datang ke pesta jamuan makan yang diadakan oleh Lazarus di Betania.

Menarik untuk diperhatikan bahwa beberapa karakter manusia tampil di sana. Lazarus tampil sebagai orang yang tahu bersyukur tetapi tidak membayangkan bahwa yang telah membangkitkannya akan mengalami penderitaan bahkan kematian. Bayangnnya adalah kemegahan tahta di Yerusalem.  Hadir pula Yudas, pencuri yang pandai mengatasnamakan pelayanan kepada orang miskin untuk mengumpulkan sebanyak mungkin uang. Makin banyak uang dalam kas, makin besar peluang untuk mengambil sedikit, tanpa ketahuan. Saat itu, hadir pula sosok lain yaitu para ulama Yahudi yang takut kehilangan kuasa dan kehilangan pengikut, karena mereka pikir Yesus akan menjadi pemimpin pemberontakan melawan kekaisaran Romawi. Untuk mereka, pemberontakan berarti bunuh diri, sehingga Yesus dipandang sebagai ancaman dan pembawa bencana.

Yang terakhir dan terpenting adalah sosok Maria yang memiliki ikatan emosional amat kuat dengan Yesus. Ikatan yang kuat itu membuatnya bertindak melampaui kebiasaan. Ia melawan hukum ekonomi mengenai penghematan. Ia melawan adat karena berani melepas kerudung, bahkan mengurai rambutnya di depan umum, di hadapan laki-laki. Ia mengungkapkan rasa melalui keharuman narwastu, yang hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang berduit.

Sikap dan ungkapan Yesus menjelaskan bahwa yang paling bermakna dan patut dikenang adalah tindakan Maria, terutama dalam kaitan dengan kematian yang akan dialami-Nya. Sebelum Yesus mati, Ia telah mengumumkan bahwa kematian-Nya akan menjadi kematian yang pantas dikenang, dan tindakan Maria meminyaki Yesus akan menjadi salah satu tanda kenangan.

Bukan pesta jamuan makan dari Lazarus, bukan pula ide pelayanan yang brilian dari Yudas yang akan dikenang melainkan tindakan Maria yang sarat makna. Kesan pesta berakhir dengan sendirinya. Yudas pun hanya menjadi pembela orang miskin yang menyerahkan Pembebas orang miskin. Maria masih dikenang setiap kali kematian Yesus diingat dan Injil diberitakan (lihat Mrk. 14:9)


Diposting tanggal 09 Apr 2016

Daftar Artikel

Wahyu 14:14-20 menyatakan kepada orang percaya tentang adanya kepastian tuaian di bumi. Tuaian yang .....

Selengkapnya ..

Tuhan Yesus memberi peringatan kepada para pengikut-Nya supaya waspada terhadap pengajaran palsu yan.....

Selengkapnya ..

Pada ayat-ayat ini Allah memeperkenalkan diri-Nya kepada dunia dengan sebutan Raja, Penebus, Tuhan, .....

Selengkapnya ..

Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa Dialah yang membentuk mereka dan akan menolong mereka. Namun hal y.....

Selengkapnya ..

Matius 13:36-43 merupakan sebuah perumpamaan yang dikemukakan Yesus untuk menjelaskan maksud-Nya. Sa.....

Selengkapnya ..

Edom adalah keturunan Esau, saudara Yakub. Ketika Yerusalem dihancurkan oleh bangsa Babel, justru Ed.....

Selengkapnya ..

Tuhan mendatangkan malapetaka terhadap umat-Nya karena mereka tidak lagi hidup seturut dengan kehend.....

Selengkapnya ..

Natuntu’ Puang Matua to to Israel belanna umpogau’mo apa tangsipato’ napogau&rsquo.....

Selengkapnya ..

Keadaan tertekan oleh ancaman bahaya maut menimpa Daud dalam pelariaannya terhadap kebengisan raja S.....

Selengkapnya ..

Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengungkapkan hal yang sama. Musa bertanya mengantisipasi apa y.....

Selengkapnya ..

Setelah Musa berjumpa dengan Tuhan, ia diutus untuk tugas yang berat yakni membawa bangsa Israel kel.....

Selengkapnya ..

Bagaimana jika hendak berjumpa dengan Allah? Musa ketika ingin mendekat kepada Allah dalam sebuah pe.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...