Sabtu, 18 Juli 2020 Matius 7:15-23 MENGENAL POHON DARI BUAH Untandai garonto’ kayu diomai buanna
Sabtu, 18 Juli 2020 Matius 7:15-23
MENGENAL POHON DARI BUAH
Untandai garonto’ kayu diomai buanna
Tidak semua jenis buah yang sama mempunyai kualitas rasa yang sama pula. Buah salak misalnya. Tidak semua yang berjenis buah salak mempunyai rasa yang sama. Ada salak yang rasanya kecut, ada pula yang manis. Hal tersebut tergantung pada pohonnya. Jika pohonnya baik maka pasti menghasilkan buah yang baik pula.
Tuhan Yesus memberi peringatan kepada para pengikut-Nya supaya waspada terhadap pengajaran palsu yang diberitakan oleh orang-orang yang menyebut dirinya nabi, padahal bukan utusan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang sedang mencari keuntungan sendiri. Waspada terhadap penampilan yang tampak menawan, itu bisa saja serigala berbulu domba. Guru-guru palsu yang secara lahiriah tampaknya saleh, tetapi di dalam hati adalah "serigala yang buas", kadang-kadang dapat dikenal dari "buah" mereka. Buah guru palsu itu adalah sifat-sifat buruk yang nyata dalam kehidupannya dan para pengikut mereka. Tuhan Yesus dengan tegas mengajarkan bahwa melaksanakan kehendak Bapa-Nya yang di sorga merupakan suatu syarat untuk memasuki kerajaan sorga. Sekalipun demikian, ini tidak berarti bahwa seseorang dapat memperoleh keselamatan dengan usaha sendiri. melainkan melakukan kehendak-Nya berarti menyikapi imannya di dalam Dia. Perbuatan adalah buah dari iman.
Sebagai orang yang telah ditebus dalam Kristus, kita telah dibersihkan dari perilaku yang tidak memberi buah yang baik. Kehidupan kita mestilah menghasilkan buah. Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik. Di dalam Kristus kita mempunyai peluang untuk menghasilkan buah yang baik jika kita selalu setia mengikuti kehendak-Nya. Jadilah buah yang baik. Amin
Diposting tanggal 16 Jul 2020
