Jumat, 17 Juli 2020 Yesaya 44:6-8 GELAR ALLAH Gente’na Puang Matua
Jumat, 17 Juli 2020 Yesaya 44:6-8
GELAR ALLAH
Gente’na Puang Matua
Dalam kehidupan sosial, kita sering mendengar gelar yang disematkan kepada seseorang, baik melalui jalur prestasi akademik, misalnya sarjana, magister, ataupun gelar sosial lainnya, misalnya raden, tengku, puang, dll. Pemberian gelar itu tidak serta merta diberikan, tetapi karena orang yang kepadanya diberi gelar telah melewati proses yang tidak mudah.
Pada ayat-ayat ini Allah memeperkenalkan diri-Nya kepada dunia dengan sebutan Raja, Penebus, Tuhan, yang terdahulu dan terkemudian, Allah, Gunung Batu. Gelar-gelar ini menekankan keunikan, keabadian, kesetiaan dan kekuatan dari Allah Israel. Ia menegaskan bahwa tidak ada Allah selain dari pada-Nya. Ini merupakan sebuah keunikan dan monoteisme. Allah kembali memberikan tantangan-Nya kepada dunia yang menyembah berhala, dengan menyatakan keberadaan-Nya yang kekal serta keunikan-Nya sebagai satu-satunya Allah sejati dan tidak ada perlindungan dalam siapapun selain dalam Dia. Tuhan menjadikan umat-Nya menjadi saksi dan hal ini merupakan tujuan pewahyuan khusus bagi para hamba-Nya yakni memberikan bukti kepada seluruh dunia bahwa Tuhanlah satu-satunya Allah.
Tuhan telah memberi kepada kita gelar istimewa melalui Yesus Kristus. Kita bukan lagi hamba melainkan sahabat-Nya yang telah diangkat menjadi anak melalui penebusan dalam Yesus Sang Penebus dosa dunia. Gelar-gelar yang telah Allah perkenalkan kepada kita menunjukkan keunikan dan kekuatan-Nya. Kita dipanggil dan diutus untuk memberitakannya kepada dunia agar mereka mengenal Allah yang sesungguhnya dan merekapun beroleh hidup kekal ketika mereka beriman kepada-Nya. Amin
Diposting tanggal 16 Jul 2020
