Minggu, 12 Juli 2020 Mazmur 142:1-8 PERTAUTAN JIWA YANG TEGUH Penaa tontong siapi’ kamatotoran
Minggu, 12 Juli 2020 Mazmur 142:1-8
PERTAUTAN JIWA YANG TEGUH
Penaa tontong siapi’ kamatotoran
Hidup di tengah bahaya dan ancaman membuat siapapun tidak merasa tenang. Saat renugan ini ditulis, berita tentang virus ‘Corona’ yang melanda negeri Cina sedang menjadi berita yang hangat dibicarakan dan meresahkan dunia. Ketakutan manusia terhadap penyakit yang mematikan tersebut meningkat karena belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya.
Keadaan tertekan oleh ancaman bahaya maut menimpa Daud dalam pelariaannya terhadap kebengisan raja Saul. Daud sedang diperhadapkan dengan kekuatan politik yang mengincar kematiaanya, ia sedang jadi ‘buronan’ istana. Untuk sementara waktu gua adalah tempat persembunyian yang paling aman, namun ia menyadari bahwa itu hanyalah sementara. Dalam situasi yang sulit di tempat itu ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan sebagai tempat peteduhan yang paling aman, sehingga ia meyakini bahwa; Tuhan mendengar doa-doanya (ay.2-3); Tuhan mengetahui jalan-jalannya (ay.4); Tuhan merasakan kepedihannya (ay.5); Tuhan adalah bagiannya (ay.6) dan akhirnya ia menyatakan pujiannya kepada Tuhan (ay.7-8).
Ketertekanan takkan menemukan jalan keluar sepanjang itu hanya menjadi keluhan tanpa pengharapan. Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang dibutuhkan keadaan yang sulit untuk membawa kita menemukan diri di hadapan Allah. Di saat seperti itulah iman membuat kita menemukan tempat pertautan jiwa yang teguh yakni dalam penyerahan diri kepada Tuhan untuk beroleh kekuatan menghadapi tekanan sesulit apapun. Karena itu, diperlukan hati ibarat tanah yang subur tempat tumbuhnya benih firman Tuhan untuk menghasilkan buah yang baik. Tetaplah mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Amin
Diposting tanggal 08 Jul 2020
