Kamis, 16 Juli 2020 Yesaya 44:1-5 KESETIAAN TUHAN Kamasokananna Puang Matua
Kamis, 16 Juli 2020 Yesaya 44:1-5
KESETIAAN TUHAN
Kamasokananna Puang Matua
Adalah hal yang tidak lazim terjadi dalam pemandangan sehari-hari bahwa seseorang yang sering melakukan kesalahan namun tetap saja ia dikasihani orang yang selalu disakitinya. Namun hal semacam itu dapat terlihat dalam hubungan beberapa orang tua dengan anak. Seburuk apapun perbuatan anak, ia tetaplah anaknya, darah daging dari ayah dan ibunya, sehingga bagaimanapun juga tak dapat diingkarinya sekalipun anaknya melakukan kesalahan yang besar.
Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa Dialah yang membentuk mereka dan akan menolong mereka. Namun hal yang mengherankan adalah bahwa Tuhan mengukuhkan ulang panggilan Israel yang tak kenal syukur itu selaku hamba yang telah dipilih-Nya dengan rasa kasih sayang dan menjanjikan hal-hal yang lebih besar pada masa mendatang. Saat tercurahnya Roh (ay.3) adalah suatu kilasan tentang perjanjian yang baru dan pengkuan-pengakuan kesetiaan dalam ayat 5 adalah suatu hal yang luar biasa dari pertobatan orang yang bukan Yahudi. Keturunan Israel yang baru ini akan menandai mengalirnya air hayat ilahi, seperti pohon-pohon gandarusa menandai aliran dari sebuah sungai.
Tuhan itu setia, Dia tahu kebutuhan kita dan Dia akan memenuhinya serta akan menepati setiap janji-Nya. Sejak dari kandungan Dia sudah membentuk kita dan telah merancang masa depan kita penuh harapan. Maka untuk menjalani rancangan itu dibutuhkan kesetiaan bertekun pada Firman-Nya yang adalah pedoman menjalani hidup dalam rancangan damai sejahtera Tuhan. Tetaplah setia pada Tuhan karena dia selalu dalam ketidaksetiaan kita. Amin
Diposting tanggal 16 Jul 2020
