Kamis, 9 Juli 2020 Keluaran 3:1-6 MENGUDUSKAN DIRI Umpamaindan Kale
Kamis, 9 Juli 2020 Keluaran 3:1-6
MENGUDUSKAN DIRI
Umpamaindan Kale
Jika seseorang ingin berjumpa dengan sesorang yang memiliki jabatan yang tinggi, biasanya ia berpenampilan baik, tidak sembarangan bebicara. Pokoknya sikap santun dan sopannya sangat-sangat diperlihatkan. Sikap dan cara itu merupakan wujud penghormatan atau penghargaan bagi orang yang dijumpainya itu.
Bagaimana jika hendak berjumpa dengan Allah? Musa ketika ingin mendekat kepada Allah dalam sebuah penglihatan, ia diperingati oleh Allah untuk menanggalkan kasutnya. Tentu yang dimaksudkan disini bukan karena Musa kotor apalagi sementara mengembalakan kambing domba, namun Allah mau menekankan pentingnya hidup kudus jika berjumpa dengan-Nya. Musa tidak keberatan dengan teguran yang disampaikan kepadanya. Ia tidak mengatakan “siapa suruh datang ditempat saya mengembalakan domba” atau “namanya juga sementara mengembalakan kambing domba”, tetapi ia taat pada perintah Allah. Hal ini dibuktikan lagi ketika ia menutupi mukanya (ay.6). Tindakan itu menyatakan sikap merendahkan diri apalagi kalau yang dijumpainya saat itu ternyata adalah Allah. Kediaman Allah adalah kudus (ay.5) maka setiap orang yang ingin berjumpa dengan Allah wajib untuk hidup kudus.
Tempat di mana kita akan beribadah juga adalah kudus. Karena itu, seharusnya kita menguduskan diri kita sebelum kita datang. Penampilan yang dapat mengganggu pandangan orang lain perlu dihindari, termasuk cara hidup sehari-hari agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Karena itu kuduskanlah hidup kita dihadapan Allah terutama saat datang beribadah untuk berjumpa dengan Allah. Amin
Diposting tanggal 08 Jul 2020
