Salahkah Menjadi Kaya (Yakobus 5:1-6)

Salahkah menjadi kaya? Jawabannya tentu tidak. Sebab Allah tidak menjadikan kita supaya kita menjadi miskin. Lalu apa yang salah dengan orang yang kaya? Yakobus : "Hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah, karena kemalangan yang tak lama lagi akan menimpa kamu." Kekayaan orang-orang seperti ini sedemikian banyaknya sehingga mereka tidak dapat menghabiskannya, akibatnya hasil bumi mereka busuk, pakaian mereka dimakan ngengat, emas dan perak hilang cahayanya.
Celakanya lagi bahwa meskipun orang itu mempunyai cukup banyak persediaan, tetapi nyatanya ia tidak membayar buruh yang bekerja padanya. Akibatnya para buruh berteriak (Bayarlah Upah Kami !). Disini Yakobus melihat orang kaya seperti orang kaya yang bodoh yang tidak henti-hentinya berbuat dosa sedemikian jauh dengan asiknya sehingga lupa diri. Orang kaya seperti inilah yang dimaksudkan Yakobus.
Kekayaan yang diperoleh dengan baik membawa kita kepada kebahagiaan, tetapi sebaliknya kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak benar membuat seseorang tidak tenang dalam hidupnya sebab selalu dihantui oleh rasa bersalah, seperti yang disampaikan oleh Sidow Baxter bahwa "disaat manusia berdosa, muncul rasa bersalah, rasa takut dan rasa malu". Itu sebabnya orang yang memperoleh kekayaan dengan cara-cara yang tidak benar pasti dihantui oleh rasa bersalah. Harta adalah titipan dan karunia Tuhan kepada kita, karena itu mari gunakan kekayaan (harta) untuk memuliakan Tuhan.
Muliakanlah Tuhan dengan hartamu. Amsal 3:9
Diposting tanggal 27 Sep 2016
