Rabu, 20 Mei 2020 Yohanes 16:16-24 DUKACITA MENJADI SUKACITA Kamasussan Membali Kaparannuan
Rabu, 20 Mei 2020 Yohanes 16:16-24
DUKACITA MENJADI SUKACITA
Kamasussan Membali Kaparannuan
Tiba saatnya ibu Ningsih akan melahirkan. Namun sayangnya, dokter mengatakan ibu Ningsih tidak dapat melahirkan secara normal berhubung tekanan darahya sedang naik dan posisi bayi dalam kandungannya melintang. Karena itu, dokter memutuskan untuk menunggu tekanan darah ibu Ningsih turun dan harus ditangani dengan operasi sesar. Meski menyakitkan, ibu Ningsih akhirnya melupakan rasa sakit itu ketika ia menggendong putrinya yang baru sajal ahir. Sukacita menggantikan rasa sakit itu.
Pembacaan kita hari ini menegaskan pula hal itu. Alkitab secara gamblang menuliskan “seorang perempuan berdukacita saat ia melahirkan tetapi sesudah ia melahirkan anaknya ia tidak ingat lagi akan penderitaannya karena kegembiraannya bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia” (ay.21). Yesus menggunakan ilustrasi ini untuk menekankan kepada murid-murid-nya bahwa meskipun mereka berdukacita karena kepergiaan-Nya nanti semua itu akan berganti dengan sukacita ketika mereka melihat kedatangan-Nya kembali (ay.20-22).
Keyakinan kita sebagai orang percaya adalah bahwa Yesus akan kembali menjemput kita. Dukacita karena kepergiaan-Nya akan digantikan dengan sukacita saat Ia datang. Ia memang pergi, namun pasti kembali. Perjalanan hidup yang Tuhan masih berikan akan memperlihatkan kesetiaan kita menanti-Nya. Menanti saat dimana Ia kembali membawa sukacita bagi umat yang percaya kepada-Nya. Janji-nya sudah jelas. Ia akan kembali, Karena itu, percayalah bahwa sukacita yang abadi telah dipersiapkan-Nya untuk kita umat yang percaya kepada-Nya bahwa dukacita akan diganti dengan sukacita yang abadi. Amin
Diposting tanggal 12 May 2020
