Kamis, 14 Mei 2020 Kejadian 6:1-8 TUHAN KOK MENYESAL Anna menassanra tu Puang
Kamis, 14 Mei 2020 Kejadian 6:1-8
TUHAN KOK MENYESAL
Anna menassanra tu Puang
Sakit menimpa, sesal terlambat. Itulah kira-kira pepatah yang cocok dikenakan kepada Tuhan dalam pembacaan kita ini. “Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya” (ay.6). Bukankah Tuhan itu sempurna? Mengapa menyesal?
Tuhan menyesal bukan karena Ia telah menciptakan manusia di dunia ini, tapi yang Ia sesali adalah tindakan manusia yang tidak lagi sesuai dengan kehendak Tuhan. Tindakan apakah itu? Tindakan kawin campur. Anak-anak Allah tidak lagi mengindahkan kekudusan Tuhan, tetapi hanya menuruti keinginannya untuk mengawini perempuan-perempuan cantik (ay.2). Hal ini mengakibatkan Tuhan ingin mengembalikan kebaikan yang semula saat Tuhan menciptakan dunia ini dengan segala isinya (ay.7). Apakah semua akan dihapuskan dari muka bumi? Ternyata tidak, ada seorang yang bernama Nuh yang mendapat kasih karunia di mata Tuhan untuk tetap hidup.
Ketika Tuhan mengijinkan banyak hal untuk kita nikmati dalam hidup ini, kadangkala kita lupa akan apa tujuan hidup kita untuk memuliakan Tuhan. Di tengah hidup yang serba instan, godaan untuk bersenang-senang seringkali melewati batas yang sewajarnya hingga membuat kita melupakan Tuhan yang menciptakan kita untuk memuliakan-Nya. Perlu kita ingat bahwa hidup ini adalah milik Tuhan. Hidup kita berada dalam otoritas-Nya. Karena itu berbaliklah dari jalan hidup yang tidak berkenan di hadapan-Nya agar pengasihan dan berkat-Nya tetap berada dalam kehidupan kita. Amin
Diposting tanggal 12 May 2020
