Sabtu, 7 Juli 2018 Markus 9:20-29 KECUALI DENGAN BERDOA
Sabtu, 7 Juli 2018 Markus 9:20-29
KECUALI DENGAN BERDOA
Selama bertahun-tahun seorang anak tinggal bersama dengan ibunya yang jago masak, hingga akhirnya anaknya tumbuh menjadi dewasa dan pergi ke kota untuk melanjutkan kuliahnya. Namun beberapa waktu kemudian anaknya mengeluh tinggal sendirian karena ternyata anaknya tidak bisa masak seperti ibunya. Persoalannya adalah karena selama tinggal dengan ibunya ia hanya memegang resep dan membantu ibunya tetapi tidak pernah belajar sendiri lebih dalam disekitar bagaimana mengelola sesuatu hingga tersaji makanan yang lezat.
Para murid mengalami kebingungan karena ternyata gagal mengusir roh jahat dari tubuh seorang anak yang dikuasai oleh roh jahat. Kegagalan para murid sesungguhnya bukan karena tidak mampu melakukannya tetapi karena para murid hanya bersandar pada kekuatan diri mereka sendiri, dan bahwa mereka kurang berdoa (ayat 28-29). Tampaknya para murid hanya mengandalkan kemampuan diri mereka dan tidak bergantung pada Allah dalam melakukan mukjizat padahal kuasa untuk melakukan mukjizat mengharuskan para murid memelihara hubungan secara nyata dengan Yesus yang memberikan mereka kuasa. Doa bukanlah mantera, tetapi doa adalah disiplin rohani yang membawa orang semakin dekat pada Allah. Doa merupakan respons dari ketergantungan total kepada Allah. Jelas bahwa kegagalan para murid berakar dari cara pandang mereka yang terbatas. Mereka tidak memahami keterbatasan mereka dan ketidakterbatasan kuasa Tuhan sehingga mereka gagal.
Kitapun perlu memeriksa kembali hubungan kita dengan Tuhan bahwa apakah semua yang kita lakukan sungguh-sungguh dilakukan dalam keyakinan?. Apakah doa yang kita panjatkan kepada Tuhan telah sungguh-sungguh kita yakini? Kata Yesus, Jenis ini tak dapat di usir, KECUALI DENGAN DOA. Amin.
Diposting tanggal 01 Jul 2018
