Kamis, 10 Oktober 2019 2 Timotius 1:3-18 MENANG ATAS PENDERITAAN (Patalo lan kamaparrisan)
Kamis, 10 Oktober 2019 2 Timotius 1:3-18
MENANG ATAS PENDERITAAN
(Patalo lan kamaparrisan)
Seorang bapak mengeluh kepada pendeta begini, temponku matuttu’ massambayang, si turan-turan tongan tu masala urampoina’. Kegelisahan bapak ini muncul karena merasa bahwa seharusnya iman itu seperti tameng. Semakin beriman seseorang maka semakin jauhlah dia dari persoalan. Betulkah demikian?
Paulus tahu bahwa Timotius terdidik dengan baik dalam hal iman sejak kecil (ay.5). Sebagai pelayan muda, ia sekarang menghadapai pertanyaan-pertanyaan batin yang menantang imannya kepada Tuhan (ay.6). Di tengah-tengah penderitaan, penolakan, dan penganiayaan yang dihadapinya bersama-sama dengan Jemaat ia berbeban memberitakan kasih Allah. Paulus memintanya untuk tidak takut (ay.7). Ini bukanlah penghiburan kosong. Paulus juga mengalami apa yang di alami oleh Timotius (ay.8). Ia sungguh berempati dengan Timotius. Karena itu Paulus mengisahkan darimana kekuatannya. Kebangkitan Yesus meyakinkannya bahwa kemenangan Yesus atas maut adalah wajud nyata kemenangan orang beriman atas penderitaan (ay.10). Ia tidak takut dan malu memberitakan anugerah kasih Allah karena yakin bahwa Allah sudah menjaminkan kehidupan kekal baginya. Karena itu Paulus meminta Timotius untuk teguh dalam iman (ay.13), jangan seperti beberapa saudara mereka yang sudah berpaling karena beratnya tekanan (ay.15).
Tuhan tidak menjanjikan bahwa orang-orang percaya tidak akan menjumpai kesulitan. Akan tetapi seperti yang diyakini Paulus, segala jenis sengsara sudah di taklukkan dalam Yesus Kristus. Dalam pengharapan, kita percaya bahwa Tuhan memperlengkapi kita untuk terus menjadi saksi-Nya bahkan dalam situasi-situasi sulit. Amin
Diposting tanggal 01 Oct 2019
