Jumat, 11 Oktober 2019 2 Timotius 2:1-13 BERTAHAN DALAM TEKANAN DEMI INJIL (Tumanan lan kamabandaran belanna Kareba Kaparannuan)
Jumat, 11 Oktober 2019 2 Timotius 2:1-13
BERTAHAN DALAM TEKANAN DEMI INJIL
(Tumanan lan kamabandaran belanna Kareba Kaparannuan)
Salah satu jargon untuk menggambarkan perjalanan Gereja dari awal hingga saat ini adalah “semakin di babat semakin merambat”. Kata “di babat” dalam jargon ini mengindikasikan dengan jelas bahwa Gereja selalu menghadapi hambatan dan pergumulan. Sementara itu, kata “merambat” menegaskan bahwa Gereja tidak pernah takluk pada hambatan dan pergumulan.
Paulus sangat memahami penderitaan yang dialami oleh Timotius sebagai pelayan muda (ay.2). Ia juga mengalami hal serupa. Karena itu ia mau berbagi pengalaman iman dengan Timotius tentang bagaimana bertahan dalam tekanan dan penderitaan. Menurutnya, ketika menghadapi penderitaan kita harus seperti prajurit, olahragawan, dan petani. Seperti seorang prajurit yang hanya mengikuti perintah komandannya, orang percaya harus mengalihkan fokus dari rasa sakitnya pada Kristus sang pemberi hidup (ay.4). Seperti seorang olahragawan dan petani yang memperoleh upah dari ketekunan mereka demikian juga orang percaya akan memperoleh sukacita besar dalam ketaatannya (ay.5-6). Kristus tidak dapat di belenggu (ay.9). Orang percaya harus tahan dalam tekanan supaya semakin banyak orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan (ay.10). Kekuatan akan datang dari Kristus yang tidak terbelenggu itu.
Gereja (orang-orang percaya) adalah alat damai sejahtera Allah di dunia. Tekanan akan datang dari dunia yang menolak damai sejahtera itu namun kekuatan akan datang dari Dia yang tidak bisa di belenggu. Semakin kuat kita bertahan dalam Tuhan, maka akan semakin lemah musuh yang sering mengganggu kehidupan kita. Amin
Diposting tanggal 01 Oct 2019
