Rabu, 16 Oktober 2019 2 Raja-raja 15:1-7 JANGAN “SETENGAH-SETENGAH” (Da’ anna “Pentanga ri”)
Rabu, 16 Oktober 2019 2 Raja-raja 15:1-7
JANGAN “SETENGAH-SETENGAH”
(Da’ anna “Pentanga ri”)
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Peribahasa ini di pakai untuk menggambarkan bagaimana satu kesalahan bisa merusak seluruh hal baik yang di lakukan. Ini terkesan tidak adil. Masakan satu kesalahan bisa membuat hal baik jadi tidak bernilai? Akan tetapi, itu mungkin saja terjadi manakala kesalahan itu prinsipil.
Gambaran di atas terjadi pada pemerintahan Azarya, raja Yehuda. Ia memerintah Israel sekitar lima puluh tahun (ay.2). Dari sekian banyak raja Israel, ia salah satu yang di anggap benar di mata Tuhan (ay.3). Ia mengajak orang Israel takut akan Allah (bdk. 2 Taw. 26:5). Akan tetapi ia gagal menjauhkan bukit-bukit penyembahan dari Israel. Ajakannya kepada orang Israel untuk takut akan Tuhan tidak di sertai dengan ketegasan melarang mereka mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit batu (ay.4). Ia sepertinya gagal menjaga kekudusan Allah. Kegagalan menjaga kekudusan Allah ini juga tampak ketika Ia berani membakar ukupan yang hanya boleh di lakukan oleh imam (bdk, 2 Taw. 26:16). Atas kesalahan itu ia mendapat hukuman dan menderita kusta hingga mati.
Banyak orang Kristen menganggap tidak apa sesekali “nakal” dalam hidup. Bahkan ada yang menganggap bahwa itu akan membuat hidup lebih bergairah. Hari ini Tuhan menegaskan satu hal. Yesus telah mati dan bangkit untuk menebus dan menguduskan umat-Nya. Ia tidak ingin kekudusannya di cemari. Ia ingin seluruh hidup orang percaya hanyalah untuk menyatakan kasih dan kesetian-Nya. Jangan setengah-stengah percaya, tetapi utuhkan kepercayaanmu pada Tuhan maka Tuhan pun akan menunjukkan yang terbaik dalam hidup kita. Amin
Diposting tanggal 08 Oct 2019
