Minggu, 13 Oktober 2019 Mazmur 102:1-12 ALLAH MENDENGARKAN KELUHAN UMATNYA (Natanding talinga Puang tu sarrona taun-Na)
Minggu, 13 Oktober 2019 Mazmur 102:1-12
ALLAH MENDENGARKAN KELUHAN UMATNYA
(Natanding talinga Puang tu sarrona taun-Na)
Mungkin anda pernah di bikin kesal oleh seseorang yang curhat terkait pergumulannya, bahwa ketika di beri solusi dia malah menjawab “ia saya sudah tahu”? Menurut salah satu teori konseling ada kalanya ketika menghadapi pergumulan seseorang hanya butuh di dengarkan. Sayangnya, tidak banyak orang yang punya kesabaran untuk mendengar keluh kesah. Rasanya ada yang kurang ketika kita tidak “menceramahi” seseorang yang menceritakan pergumulannya.
Mamur 102:1-12 adalah ungkapan doa Pemazmur ketika dia lemah lesu karena berbagai persolan. Ia di cela oleh orang-orang yang mengangkat tangan melawannya (ay.9). Dalam situasi ini, ia menceritakan kepada Tuhan semua keadaan menyedihkan yang di alami karena pergumulan itu. Ia seperti hilang semangat (ay.4-5). Suaranya penuh keluhan dan kepedihan tergambar jelas di dalamnya (ay.6-7). Tidurnya tidak tenang, makan pun tidak enak (ay.8-9). Pemazmur menceritakan semua pergumulannya karena dia yakin bahwa Tuhan selalu mendengar keluhan anak-anak-Nya.
Kita kadang ada dalam situasi seperti yang di alami oleh Pemazmur. Kita ingin menumpahkan segala beban itu, namun tidak ada yang peduli. Pemazmur menginspirasi kita untuk datang kepada Tuhan, sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang penuh kasih dan sanggup mendengar. Dalam rangkulan-Nya, kita akan merasakan kedamaian akan segala bentuk pertolongan-Nya. Karena itu yakinlah dengan sungguh bahwa Allah pasti mendengar keluhan dan doamu untuk selanjutnya memperlihatkan jalan yang anda harus tempuh sambil terus merasakan kebaikan-Nya. Terpujilah Kristus. Amin
Diposting tanggal 01 Oct 2019
