Bahan Khotbah Minggu Ke-45 Tanggal 11 November 2018 TUHAN PENOLONG YANG MENYELAMATKAN (Puang To Patunduan Tu Mepasalama’)

Bahan Khotbah Minggu Ke-45 Tanggal 11 November 2018
TUHAN PENOLONG YANG MENYELAMATKAN
(Puang To Patunduan Tu Mepasalama’)

Bacaan Mazmur : Mazmur 127:1-5
Bacaan 1   : Rut 3:1-5; 4:13-17 (Bahan Utama)
Bacaan 2   : Ibrani 9:23-28
Bacaan 3 : Markus 12:38-44
Nas Persembahan   : Markus 12:43-44
Petunjuk Hidup Baru : Mazmur 127:5

Pemahaman Teks

Pemazmur mengungkapkan pengakuan pertolongan Tuhan sebagai sumber berkat dalam sebuah perencanaan sekaligus sumber keamanan.  Mazmur 127:1 jelas mengungkapkan, bahwa “jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga”. Ketergantungan manusia kepada Tuhan dilukiskan dengan menyebut usaha-usaha mendasar manusia, seperti membangun rumah dan mengawal (menjaga kota), yang tidak mungkin berhasil tanpa mengikutsertakan Allah. Bahkan orang yang bekerja dari pagi tidak akan berhasil tanpa berkat dan perkenan Allah. Harta pusaka dari Tuhan, yakni anak-anak laki-laki, adalah milik pusaka dari Tuhan juga (Maz.127:3). Konsep mengenai perlunya bergantung kepada Allah dipakai untuk membangun sebuah keluarga (bnd. Kej.30:2). Pengakuan bahwa anak-anak adalah anugerah Allah, merupakan dasar untuk membangun rumah tangga atau keluarga yang berhasil.

Dalam Ibrani 9:23-28 diceritakan tentang keberadaan Yesus sebagai Imam Besar  yang mengorbankan diri-Nya hanya satu kali untuk menanggung dosa banyak orang. Dalam perikop ini,  Penulis Ibrani secara khusus mengangkat dan menjelaskan bagaimana keunggulan dan keistimewaan Yesus yang mengatasi segalanya dan jauh berbeda keimaman-Nya dari imam yang ada dalam agama Yahudi. Sebagai Imam Besar Yang Sejati, Yesus masuk ke dalam Sorga yang bukan buatan tangan manusia (ayat 24). Berbeda dengan Imam Besar dalam Agama Yahudi, Yesus melakukan pendamaian dan penebusan dosa dengan masuk ke ruang maha kudus yang bukan buatan tangan manusia, tetapi Ia masuk ke dalam sorga (bnd. 9:1). Ruang maha kudus yang dimasuki oleh imam Yahudi adalah gambaran tempat kudus yang sesungguhnya, yaitu sorga dan sebatas gambaranlah yang dapat dimasuki imam Yahudi tersebut. Yesus bukanlah demikian Ia masuk ke ruang maha kudus yang sesungguhnya yaitu sorga. Sebagai Imam Besar yang sejati, Yesus mempersembahkan diri-Nya sekali untuk selamanya bukan berulang-ulang (ayat 25). Berbeda dengan imam besar agama Yahudi dalam Perjanjian Lama, Yesus sebagai Anak Domba Allah yang sejati mempersembahkan hidup-Nya sebagai korban penebusan dosa adalah sekali untuk selamanya. Sedangkan Imam Yahudi dalam Perjanjian Lama akan masuk membawa korban persembahan guna penebusan dosa sekali setiap tahun guna penebusan dirinya dan umat.

Sebagai Imam Besar Agung, Yesus hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya untuk mengorbankan diri-Nya mengampuni dosa manusia (ayat  26). Kata “Satu kali” atau “sekali” dari kata “hafax” yang artinya terjadi hanya sekali dan berlaku atau berdampak terus menerus, selama-lamanya. Pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus umat manusia adalah satu-satunya pengorbanan yang sempurna yang tidak berulang-ulang hingga Ia masuk sorga. Yesus Kristus akan datang kembali bukan untuk menderita atau menanggung dosa tetapi untuk menganugerahkan kehidupan dan keselamatan (ayat 27-28). Dikatakan dalam kedua ayat  ini, bahwa sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.

Dalam Markus 12:38-44, Yesus menasihatkan tentang keberadaan ahli-ahli Taurat yang selalu menyampaikan dan berpenampilan palsu dalam pengajaran. Ahli taurat dan orang-orang Farisi terkenal dengan doa-doa mereka yang panjang, sehingga ada yang mengatakan bahwa doa mereka tersebut sebetulnya lebih banyak ditujukan kepada manusia daripada kepada Allah. Perikop ini memberi peringatan mengenai tiga hal, yang sama tegasnya dengan yang Yesus ucapkan Pertama, peringatan mengenai keinginan untuk menjadi yang terutama Kedua, peringatan mengenai keinginan untuk memperoleh perlakuan yang berbeda Ketiga, peringatan terhadap upaya membuat agama sebagai jalan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kerendahan hati yang dinampakkan oleh seorang janda miskin dengan memberi persembahan berdasarkan apa yang ada padanya, merupakan sikap taat kepada Tuhan dan dalam ketaatan janda tersebut ia tidak merasa kekurangan. Tuhan melipatgandakan berkat bagi janda tersebut. Inilah pelajaran dalam hal memberi yaitu pemberian yang sesungguhnya haruslah merupakan pengurbanan; Pemberiaan yang sesungguhnya mengandung “kenekatan” di dalamnya. Tuhan sumber pertolongan bagi siapapun yang taat pada-Nya.

Rut 3:1-5; 4:13-17 menjelaskan bagaimana Rut menemukan seorang pembebas, tempat dimana ia berlindung. Dalam ayat 13 dikemukakan, “jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau”. Kitab Rut adalah kitab yang sangat menarik karena untuk memahami isi dari kitab Rut, harus diketahui kebiasaan dari orang-orang Yahudi waktu itu. Kebudayaan orang Yahudi adalah kebudayaan yang dilaksanakan sesuai dengan kehendak Allah yang tercatat dalam kitab para nabi. Dalam kitab Rut juga diceritakan kisah cinta yang sangat indah antara Rut dengan Boas.

Pada zaman hakim-hakim, terjadi kelaparan di tanah Israel sehingga Elimelekh bersama isterinya yaitu Naomi beserta anaknya Mahlon dan Kilyon pergi ke daerah Moab dan menetap di sana sebagai orang asing. Di daerah Moab, meninggallah Elimelekh. Di daerah Moab juga kedua anak Naomi menikah dengan perempuan Moab. Tetapi, kedua anak Naomi meninggal dan hanya ia bersama kedua menantunya yaitu Orpa dan Rut.

Ketika didengar oleh Naomi bahwa Tuhan memperhatikan  dan memberikan makanan kepada umat-Nya di Tanah Israel maka Naomi pulang bersama kedua menantunya. Tapi di jalan Naomi dengan sedih menyuruh kedua menantunya untuk pulang ke rumahnya masing-masing.  Maka dengan menangis, Orpa pulang kerumahnya tetapi Rut berkeras untuk mengikuti mertuanya. Oleh karena iman Rut, maka Naomi bersama-sama berjalan sampai di Betlehem.

Ketika Naomi sampai di kota Betlehem, gemparlah kota itu. Namun ketika seseorang memanggil namanya, ia berkata “Janganlah sebutkan aku Naomi (berarti Sukacita, atau sangat menyenangkan). Sebutkanlah aku Mara (pahit), karena Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit terhadapku.”(Rut 1:20). Ini adalah ungkapan hati dari Naomi bahwa ia telah menghadapi penderitaan yang begitu berat. Apa yang ia miliki ketika pergi ke daerah Moab sudah tidak ada dan kini ia pulang dengan tangan kosong. Inilah yang membuat Naomi menderita dan berkata bahwa ini adalah malapetaka yang didatangkan oleh Yang Maha Kuasa terhadap dirinya.

Dengan berharap ada yang bermurah hati (penebus) untuk menjadikannya seorang istri demi menjaga nama keluarganya, maka Rut pergi ke ladang untuk memungut bulir-bulir. Menurut kebiasaan orang Yahudi, saat menuai hasil tanah, tidak dibolehkan menyabit hasil ladang sampai habis ke tepi dan tidak diperbolehkan memungut hasil tuaian yang jatuh, karena itu diperuntukkan bagi orang miskin, janda dan orang asing. Ketika Rut sampai di ladang ia memungut jelai dan ia berada di tanah milik Boas. Boas adalah sanak saudara (keluarga jauh) dari suami Naomi yaitu Elimelekh.

Bagi orang Yahudi, apabila ada saudara yang jatuh miskin, maka ia harus menjual tanah miliknya kepada seorang penebus yakni seorang yang paling dekat atau keluarga terdekat. Penebus dalam bahasa Ibrani disebut “go-el” yang artinya seseorang yang menebus. Seorang penebus adalah seorang laki-laki dari garis keluarga yang sudah meninggal dan wajib membeli dan menebus ladang yang akan dijual kepada keluarga lain untuk mencegah pemindahan hak tanah  dan kepunahan keluarga. Bila keluarga dekat tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut, maka keluarga berikutnya bisa mengambil kesempatan tersebut sebagai penebus. Maka syarat untuk menjadi go-el adalah: mempunyai hubungan darah, mampu untuk membeli, memiliki minat untuk menebus dan harus mengawini istri yang ditinggal. Jadi, sebenarnya Naomi memiliki hak untuk meminta “go-el”, tetapi ia melimpahkannya kepada Rut (ayat 1).

Keluarga terdekat Naomi hanya mau mengingini tanah, tapi tidak menginginkan Rut. Sehingga Naomi tidak mau, namun Boas sangat menginginkan Rut dan bukan tanah walaupun ia memiliki harta untuk menebus. Karena itu nama Boas disebut “penebus saudara”. Boas dengan kasih-Nya menebus Rut dan menjadikannya istri, dan oleh karena pertolongan dan karunia Tuhan, maka mereka dikaruniai seorang anak yang diberi nama Obed. Melalui Obed lahirlah Isai dan selanjutnya Isai memperanakkan Daud yaitu Raja Israel.

Pokok yang dapat dikembangkan

Dalam kisah ini, kita dapat memahami bahwa dalam segala situasi yang gelap masih ada harapan. Sekalipun Naomi telah mengalami kesusahan dan kemalangan besar di dalam hidupnya, dia tetap memelihara imannya kepada Allah. Ia telah kehilangan suami dan kedua anaknya di Moab tetapi tidak kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Tuhan mengerti kehidupan umat-Nya sehingga melalui Rut, Naomi memiliki keturunan. Hanya Tuhan yang mampu menolong dan menyelamatkan!.

Kita orang berdosa dan tak layak untuk ditebus. Manusia ditebus hanya oleh karena belas kasihan Allah yang diwujudkan dengan memberi Anak-Nya yaitu Yesus Kristus untuk menanggung dosa-dosa manusia yang melalui-Nya kita beroleh selamat (bandingkan Yoh.3:16). Manusia yang hidup di dunia banyak mengalami penderitaan, suka duka, tawa dan tangis silih berganti. Siapa yang dapat menolongnya? Hanya Yesus yang dapat menolongnya dari  beban berat. Allah peduli terhadap orang-orang yang berada dalam kesusahan, kelemahan, ketertekanan, dll. Mari selalu datang kepada Allah, karena Dialah satu-satunya penolong kita.  Amin


Diposting tanggal 07 Nov 2018

Daftar Artikel

Pemazmur telah berada pada usia yang sudah lanjut sehingga kekuatan fisiknya semakin melemah. Dalam .....

Selengkapnya ..

Ahli Taurat pada masa lampau memahami hukum keempat dengan tidak melakukan kegiatan misalnya menabur.....

Selengkapnya ..

Allah menugaskan Yeremia untuk menguji umat karena umat perlu di selidiki. Namun setelah di lebur, t.....

Selengkapnya ..

Pemimpin rohani mereka pun turut mengaminkannya karena hanya mampu meninabobokan mereka dengan khotb.....

Selengkapnya ..

Dalam Ibrani 12:18-29 diberitakan tentang peristiwa saat kekudusan Allah yang dahsyat dinyatakan dan.....

Selengkapnya ..

Seluruh PKBGT perlu menyiapkan diri menyambut Pra Praya dan Praya.....

Selengkapnya ..

Yesaya 5:1-7 merupakan sebuah nyanyian yang disebut nyanyian tentang kebun anggur. Bangsa Israel dis.....

Selengkapnya ..

Jadi, walaupun mereka sudah kembali dari pembuangan, tetapi orang-orang Yahudi masih berada dalam ta.....

Selengkapnya ..

REHAT (Renungan Harian Toraya) Edisi ke-3 bulan September-Desember telah diterbitkan oleh Badan Peke.....

Selengkapnya ..

Kelompok Kerja Wanita (KKW) Klasis Raja Ampat melakukan perkunjungan ke Gedung BPS Gereja Toraja (12.....

Selengkapnya ..

BPS-GEREJATORAJA.ORG, RANTEPAO — Program Rumah Belajar Komisi Pekabaran Injil Badan Pekerj.....

Selengkapnya ..

Dari Workshop Gereja Hukum dan Advokasi.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...