Bahan Khotbah Minggu ke-32 Tanggal 11 Agustus 2019 KETAATAN YANG SUNGGUH (Kamengkaolan Ponno Inaa)

Bahan Khotbah Minggu ke-32 Tanggal 11 Agustus  2019
KETAATAN YANG SUNGGUH
(Kamengkaolan Ponno Inaa)

Bacaan Mazmur : Mazmur 50:1-8
Bacaan 1   : Yesaya 1:1,10-20 (Bahan Utama)
Bacaan 2   : Ibrani 11:1-3,8-16
Bacaan 3 : Lukas 12:22-34
Nas Persembahan   : Mazmur 116:17-18
Petunjuk Hidup Baru : Yesaya 1:19-20

 

Tujuan:

  1. Agar warga jemaat meyakini bahwa Tuhan mengganjar ketaatan kepada-Nya.
  2. Agar warga jemaat hidup dalam ketaatan yang sungguh kepada Tuhan.

Pemahaman Teks

Mazmur 50:1-8 berisi pengakuan Azaf[1] mengenai kekuasaan Tuhan yang mengatasi segala kuasa di bumi. Ia berfirman dan memanggil bumi, di Sion Allah tampak bersinar (ay. 1). Dia adalah Allah yang tidak berdiam diri setelah menciptakan dunia ini, melainkan tetap menyatakan tanda kehadiran-Nya di alam semesta, supaya manusia gemetar, menaruh percaya dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Ia bertakhta di gunung Sion, tempat yang kudus (ay. 2). Ia datang untuk orang-orang yang Dia kasihi (ay. 5). Dia tetap setia kepada orang yang setia, mengenal setiap orang yang berpegang pada perintah-Nya, namun sekaligus menghardik dan menghukum orang yang berlaku tidak setia (ay. 8). Keadilan Tuhan akan sungguh nyata demi mengingatkan semua orang untuk tetap berjalan dalam kasih karunia-Nya.
Yesaya 1:10-20 berisi teguran dan peringatan Allah yang begitu tegas kepada bangsa Israel. Mereka diumpamakan dengan bangsa Sodom dan rakyat Gomora karena ketidaktaatan mereka.[2] Kesetiaan dan kasih sayang Allah kepada umat-Nya dibalas bangsa Israel dengan pemberontakan dan ketidaksetiaan. Allah setia memelihara mereka seperti seorang ibu membesarkan anak-anaknya, namun anak-anak itu melupakan dan memberontak (ay. 2). Ungkapan lembu mengenal pemiliknya dan keledai mengenal palungannya (ay.3), adalah sindiran yang sangat tajam kepada bangsa Israel. Binatang yang tidak berakal budi mengetahui pemiliknya dan tempatnya makan, tetapi bangsa Israel justru tidak. Tuhan membenci perayaan dan persembahan korban umat-Nya karena tindakan mereka sehari-hari bertentangan dengan kehendak Allah. Mereka beribadah, rajin memberikan persembahan dan berkumpul di Bait Allah, tetapi perbuatan mereka sangat jahat. Mereka merampas dan merugikan sesama, sehingga Allah menolak persembahan mereka, bahkan doa mereka tidak berkenan bagi Tuhan (ay.15). Oleh karena itu jelas, bahwa Allah menginginkan satu hal, yakni pertobatan yang sungguh dari umat-Nya. Allah tidak mau berkompromi dengan dosa dan pelanggaran umat-Nya. Allah mau mereka meninggalkan perbuatan mereka dan kembali menjadi bangsa yang setia. Allah adalah Tuhan yang pengasih. Ia bersedia mengampuni dan menghapus segala dosa umat-Nya “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba (Yes. 1:18). Inilah janji terbaik Allah bagi umat-Nya.
Ibrani 11:1-3 dan 8-16 menjelaskan contoh kehidupan beriman umat Tuhan. Setiap manusia selalu memiliki alasan dalam melakukan sesuatu. Orang tua menyekolahkan anaknya agar anaknya pintar, berakhlak dan memiliki keterampilan untuk dipakai sebagai bekal mencari pekerjaan. Demikian juga hidup orang percaya. Dasar dari semua tindakan orang percaya, ialah iman.  Iman harusnya menjadi dasar tindakan kita (ay. 1) saat bersekutu di gereja dan mengajar anak-anak untuk mengenal dan takut akan Allah, bahkan saat memilih bahwa di Tongkonannya hanya perbuatan yang memuliakan Allah yang dapat dilakukan di situ. Orang yang mendasarkan hidupnya dengan iman akan berkenan kepada Tuhan dan berjalan menurut kehendak-Nya (ay. 8). Abraham telah membuktikan hal itu. Panggilan Allah yang diimani telah menuntun dia menjalani rancangan Tuhan baginya, yakni menjadi orang yang dipersiapkan Allah menjadi alat berkat bagi dunia (Kej. 12). Dalam kesetiaan Abraham hidup dalam panggilan Allah tersebut, Allah pun menyediakan baginya sebuah kota yang dipersiapkan dan dibangun oleh Allah sendiri, yaitu tanah air sorgawi (ay. 16).
Lukas 12:22-34 berbicara tentang hal kekuatiran. Kekuatiran memang tidak dapat dilepaskan dari hidup manusia, baik yang terkait dengan kecukupan uang, kesehatan yang baik, perjalanan dengan pesawat, maupun terkait dengan hilangnya barang-barang berharga yang dimiliki. Banyak sekali yang bisa menjadi penyebab kekuatiran. Yesus pun tahu bahwa manusia kuatir soal makanan, soal pakaian dan soal kehidupan (ay. 23). Sehubungan dengan itu, Yesus mengajarkan betapa kekuatiran manusia dapat menjadi pertanda bahwa ia sama sekali tidak berdaya dan tidak berkuasa sedikit pun atas hidupnya. Allah yang adalah pencipta langit dan bumi, Dialah yang berkuasa dan mengendalikan semua keadaan dan kehiduppan manusia (ay. 24,28). Jika Allah mendandani bunga bakung, jika Allah memberi makan burung pipit, maka lebih lagi manusia pasti dipelihara oleh Allah. Oleh sebab itu, hal yang paling penting bagi orang percaya ialah pertama-tama mencari dan melakukan kehendak Allah, kemudian yang lain akan ditambahkan (ay. 31). Dalam pemeliharaan Allah yang pasti ini, orang percaya dipanggil untuk menjadi berkat bagi sesama, itulah kekayaan yang tidak dapat binasa (ay.33).

Pokok-pokok pengembangan khotbah

  •  Masih Adakah Iman di Bumi?

Diceritakan  di sebuah media online, bahwa saat gempa terjadi di Lombok pada skala 7,2 skala Richter, seorang imam yang tengah memimpin ibadah, ternyata tetap berdiri di posisinyasaat gempa meluluhlantakkan daerahnya, meskipun ia punya kesempatan untuk menyelamatkan diri. Ia lebih memilih tetap pada posisi ibadah sebagai tanda ketaatan dan kesetiaan kepada Yang disembahnya dari pada menyelamatkan dirinya. Tidak diragukan lagi bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah “Ketaatan Yang Sungguh”. Jika sang imam bisa bertahan dengan kesetiaaan yang luar biasa, walaupun gempa bisa menyebabkan kematian atau kecelakaan yang fatal, maka pasti ada yang sungguh kuat dalam dirinya yang mendorongnya untuk tetap setia. Inilah yang dialami oleh bangsa Israel dalam hubungan dengan Tuhan. Tuhan mengasihi dan memelihara, serta memenuhi janji-Nya kepada mereka. Namun ketika semua keadaan mereka berubah menjadi semakin baik dan mapan, maka pada saat yang sama pun mereka melupakan Tuhan. Ungkapan “Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya" (Yesaya 1:3) merupakan keadaan bangsa Israel yang tidak mengenal lagi Tuhan. Hidup mereka seperti yang dikisahkan oleh salah seorang pendeta:

“Warga jemaat ketika masih belum punya apa-apa datang ke pendeta, memanggil penatua dan diaken. Ia mohon doa agar anak-anka berhasil dalam studi, kuliah dan lulus. Setelah lulus, datang lagi ke pendeta, tolong doakan anak kami mau pergi merantau, pergi mencari pekerjaan. Mereka pergi, dan sungguh Tuhan memberkati keluarga. Anak-anaknya sukses luar biasa di perantauan. Kemudian datang ke gereja memberikan persembahan. Sang anak yang sukses kembali ke kampung halaman, apa yang dilakukan? Dalam acara adat, bangun arena adu kerbau, pasang tempat untuk adu ayam. Apakah ini sikap yang layak? Apakah ini sikap menghormati Tuhan?[3]

Sang imam bertahan dalam Mesjid dalam posisi menyembah, karena hidup dalam ketaatan dan penyerahan diri kepada Yang disembahnya. Demikian juga setiap orang percaya. Allah memanggil kita untuk kembali mengingat kebaikan, kemurahan dan kasih Allah, lalu kembali merenungkan semua kebaikan dan kasih Tuhan dan mengambil sikap taat dan percaya kepada-Nya dengan segenap hati.

  • Allah tidak bisa disuap

Pernah ada pertanyaan yang kemudian menciptakan diskusi dan perdebatan yang cukup serius, “apakah uang dari hasil judi, bisa dipersembahkan”. Yang setuju mengatakan, “Uang tidak tahu apa-apa, uang hasil judi, uang hasil korupsi, uang hasil mencuri tidak masalah...yang masalah itu orangnya!” Sedangkan yang tidak setuju mengatakan, “Tidak bisa uang hasil judi dipersembahkan. Uang yang dihasilkan dengan cara yang tidak benar, tidak dapat dipersembahkan”. Tentu ada berbagai pandangan dan alasan lainnya yang bisa dikemukakan. Namun jika perdebatan di atas dijawab dengan perikop Yesaya 1:10-13, maka jawabannya jelas betapa Tuhan tidak berkenan pada persembahan yang demikian. Yang sesungguhnya Tuhan inginkan, ialah pertobatan, sikap dan tingkah laku yang baik dari umat-Nya. Jadi bukan sekedar memberi persembahan. Persembahan yang benar berasal dari hati yang berkenan kepada Tuhan dan dari hidup yang benar, bukan yang bersumber dari dosa dan hasil kejahatan. Tuhan membenci hal itu. Yang Allah inginkan ialah persembahan syukur yang memang lahir dari hati yang menyembah, yang sujud dan memuliakan Dia.


[1] Azaf adalah salah satu keturunan suku Lewi yang memiliki keahlian dalam memainkan alat musik. Keahliannya itu mendukung dia dalam menyusun dan menggubah Mazmur. Salah satunya dalam Mazmur 50.

[2] Dalam Kejadian 19 diceritakan mengenai hukuman kepada Sodom dan Gomorah yang menggambarkan dunia dalam pemberontakannya terhadap Allah melalui kehidupan yang penuh kejahatan dan perbuatan asusila, serta untuk melambangkan murka Allah terhadap kejahatan tersebut. Mereka hidup dalam pemberontakan, korupsi, perbuatan asusila sehingga dimusnahkan secara total oleh murka Allah.

[3] Khotbah yang disampaikan seorang pendeta dalam menyampaikan kesadaran bahwa orang Toraja diberkati Tuhan tetapi berkat yang Tuhan berikan justru dipakai untuk “melawan Tuhan dan kehendak-Nya”.

 


Diposting tanggal 06 Aug 2019

Daftar Artikel

Allah yang Maha kasih telah memanggil umat-Nya kembali kepada-Nya (Yeremia 3:14,22). Umat-Nya menden.....

Selengkapnya ..

Firman Tuhan hari ini menceritakan kisah yang dialami oleh bangsa Israel yang telah lama hidup menja.....

Selengkapnya ..

Daud, dalam pembacaan hari ini memuji kesempurnaan kebaikan Tuhan yang dialami dalam hidupnya. Daud .....

Selengkapnya ..

Keadaan inilah yang dialami oleh putri-putri Zelafehad, yaitu Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza. Na.....

Selengkapnya ..

Firman Tuhan hari ini mengisahkan tentang Debora dan Barak yang menyanyikan pujian dan bermazmur ba.....

Selengkapnya ..

Rasul Paulus mengingatkan orang Efesus bahwa mereka sedang berada dalam sebuah peperangan, yakni pep.....

Selengkapnya ..

Umat Israel telah merasakan dan menikmati campur tangan Tuhan yang terus-menerus dalam hidup mereka......

Selengkapnya ..

Jika pertanyaan ini ditujukan kepada pengkhotbah, maka ia akan menjawab bahwa “segala sesuatu .....

Selengkapnya ..

Filipi 1:3-11 berisi doa syukur dan permohonan Paulus mengenai Jemaat Filipi. Sesudah Paulus meyakin.....

Selengkapnya ..

Jadi, darimana kita bisa mendapatkan kebahagiaan sejati? Pemazmur dengan jelas dalam pembacaan kita .....

Selengkapnya ..

Lalu bagaimana relasi kita dengan Tuhan? Alkitab dengan jelas menyampaikan bahwa Allah pun ingin dij.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...