Bahan Khotbah Minggu ke-22 Tanggal 31 Mei 2020 KUASA ROH KUDUS BERLAKU UNTUK SEMUA Kuasa Penaa Masallo’dipa’kamasean Lako Mintu’ Tau

Bahan Khotbah Minggu ke-22 Tanggal 31 Mei 2020 
KUASA ROH KUDUS BERLAKU UNTUK SEMUA
Kuasa Penaa Masallo’dipa’kamasean Lako Mintu’ Tau

Bacaan Mazmur : Mazmur 104:24-35
Bacaan 1   : Bilangan 11:24-30 (Bahan Utama)
Bacaan 2   : Kisah Para Rasul 2:1-21
Bacaan 3 : Yohanes 20:19-23
Nas Persembahan   : 2 Korintus 8:12-13
Petunjuk Hidup Baru : Kisah para Rasul 2:38-39

Tujuan:

  1. Jemaat memahami  bahwa kuasa Roh Kudus  menjangkau semua orang.
  2. Jemaat hidup bersaksi tentang kuasa Roh Kudus.

Pemahaman Teks
Mazmur 104:24-35 menjelaskan fakta kehidupan yang terbaharui hanya dengan Roh Allah. Roh Allah yang memberi kehidupan sehingga alam dan manusia tergantung kepada Roh Allah.

Bilangan 11:24-30 menceritakan tentang pencurahan Roh TUHAN yang tidak hanya bagi para tua-tua, tetapi juga berlaku bagi orang yang bukan golongan tua-tua. Dari antara orang Israel dipilihlah 70 orang untuk menjadi tua-tua Israel yang tugasnya membantu Nabi Musa dalam mengatur, memimpin dan melayani bangsa Israel. Untuk melengkapi mereka, termasuk Eldad dan Medad yang masih berada di dalam perkemahan, TUHAN menurunkan Roh-Nya sebagaimana yang diberikan kepada Musa. Ketika Yosua memohon Musa untuk mencegah Eldad dan Medad kepenuhan Roh TUHAN, Musa malah menjawab: “Ah, sekiranya seluruh umat menjadi nabi oleh karena Tuhan memberikan Roh-Nya hinggap atas mereka”. Ke-70 orang itu akan bersama Musa memikul tanggung jawab atas umat Israel dan membantu Musa dalam memimpin mereka.

Kisah Para Rasul 2:1-21 menceritakan tentang turunnya Roh Kudus. Pada hari ke-50 setelah Paskah ketika semua orang percaya berkumpul di Yerusalem, Roh Kudus turun kepada mereka semua. Mereka dapat bernubuat dengan berbagai bahasa, dan orang-orang dari berbagai negeri dan bangsa itu dapat mengerti apa yang dikatakan oleh orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Banyak orang  yang takjub, tetapi juga banyak orang yang skeptis dan sinis.

Yohanes 20:19-23 menarasikan penampakan Yesus kepada murid-murid-Nya yang sedang berkumpul di ruang yang terkunci karena ketakutan. Mereka ketakutan kalau ketahuan oleh orang-orang Yahudi atau aparat pemerintah sebab mereka adalah para pengikut Yesus Kristus yang disalibkan itu. Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan kata-kata pertama adalah ”Damai sejahtera bagi kamu”, bahkan diulangi lagi. Berarti kata itu sangat penting sekali. Melalui salib dan kebangkitan-Nya, Yesus telah menyelesaikan misi-Nya untuk mendamaikan manusia berdosa dengan Allah dan hasilnya ialah bahwa manusia didamaikan dengan Allah dan sesama. Seketika itu rasa takutpun lenyap dan berganti sukacita. Yang menarik, kemudian mereka dihembusi dengan Roh Kudus dan kuasa Roh Kudus itu memberi kuasa pengampunan. Mana kala murid-murid itu mengampuni dosa orang, maka dosanya akan terampuni. Tetapi jika mereka menyatakan dosa orang itu tetap ada, maka dosanya pun tetap ada.

Korelasi:  Roh Kudus tidak hanya berlaku bagi orang atau lembaga tertentu saja, melainkan berlaku bagi semua orang. Bahkan kuasanya tidak hanya mampu bernubuat dan melakukan bermacam karunia rohani saja, melainkan juga kuasa pengampunan.

Pendalaman Teks Bahan Utama
Bilangan 11:24-30 menceritakan tentang pencurahan Roh TUHAN yang tidak hanya bagi para tua-tua, tetapi juga berlaku bagi orang yang bukan golongan tua-tua. Cerita ini dimulai dari keluhan bangsa Israel ketika berada di padang gurun dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan, Tanah Perjanjian. Mereka mengeluh karena hanya makan manna di padang gurun. Dalam perjalanan di padang gurun, TUHAN menyediakan manna yang turun dalam embun pagi sebagai makanan mereka. Namun kemudian, bangsa itu mengatakan bahwa mereka ingin makan daging karena bosan makan manna setiap hari (ay. 4-6).

Sikap bangsa Israel yang demikian tidak hanya menimbulkan perasaan sedih Musa, tetapi juga menimbulkan kemarahan TUHAN terhadap bangsa itu karena selalu mengeluh dan tidak tahu mengucap syukur. Mereka lupa jika manna itu sendiri adalah karunia TUHAN. Bangsa itu menganggap bahwa mereka berhak mendapatkan makanan seperti yang mereka dapatkan di Mesir. Musa merasa bahwa dirinya tidak sanggup lagi memimpin bangsa Israel sendirian. TUHAN tahu beban berat yang dihadapi Musa memimpin bangsa itu. Karena itu, TUHAN meminta Musa memilih tujuh puluh tua-tua untuk membantunya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin bangsa Israel. TUHAN tidak hanya memilih ke-70 tua-tua itu, tetapi juga memperlengkapinya dengan Roh-Nya.

Persoalan tidak selesai sampai di situ. Muncul masalah baru ketika terjadi pencurahan Roh Tuhan di kemah pertemuan. Yosua memprotes dan mempersoalkan ketidakhadiran dua orang dari tujuh puluh tua-tua di kemah pertemuan, karena mereka masih ada di tenda, tempat bangsa Israel tinggal. Tidak ada alasan yang jelas kenapa mereka tidak hadir. Ada yang mengatakan bahwa mereka tidak tahu dan tidak sanggup. Namun yang pasti bukan karena mereka terlambat. Meskipun mereka tidak hadir dalam kemah pertemuan, namun mereka tetap kepenuhan Roh TUHAN dan menerima karunia seperti nabi sama seperti enam puluh delapan tua-tua lainnya (ay. 25-26).

Musa menanggapi sikap protes Yosua dengan mengatakan: “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!” (ay. 29). Umumnya Alkitab berbahasa Inggris menerjemahkan kata Ibrani hamqanne (TB=giat) dengan “cemburu atau iri hati”. Sehingga ungkapan “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?” diterjemahkan menjadi “Apakah engkau cemburu untukku?”. Hal ini bisa berarti bahwa sikap protes Yosua disebabkan oleh rasa cemburu Yosua jika kuasa Roh TUHAN dibagi-bagi ke banyak orang. Kecemburuan Yosua juga bisa menunjukkan bahwa kuasa Roh TUHAN hanya ditunjukkan di tempat tertentu yakni dalam kemah pertemuan. Orang yang berada di luar kemah pertemuan seharusnya tidak boleh menerima kuasa Roh TUHAN. Yosua keliru, seolah Musa dapat mengatur pengurapan itu, serta juga cemburu mengapa bukan dia tetapi kedua orang itu. Yosua dalam kemudaannya belum mengerti bagaimana Roh TUHAN sendiri berdaulat mengurapi orang.

Tindakan TUHAN melalui Musa menunjukkan hal yang luar biasa. Orang juga bisa menerima kuasa Roh TUHAN di luar kemah pertemuan seperti Eldad dan Medad. Artinya, kuasa Roh TUHAN tidak diatur oleh manusia dan Dia akan datang kepada siapa saja yang terpilih, meskipun mereka tidak berada dalam kemah TUHAN. Tegasnya, Roh TUHAN dicurahkan bagi siapa saja yang TUHAN perkenan tanpa memandang alasan apapun dari orang itu. (bnd.Maz. 104:30-33)

Pokok-pokokpengembangan khotbah

  1. Jangan cemburu atau iri hati atas kelebihan orang lain. Ayat 29 (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari) berbunyi: “Saya malah mengharap supaya TUHAN memberikan Roh-Nya kepada seluruh bangsa-Nya, dan membuat mereka semua menjadi nabi!”. Ayat ini mau menegaskan bahwa sebenarnya Musa tahu perasaan Yosua, dan segera maau mengingatkannya bahwa karunia Allah, yang juga turun atas orang lain, harus disyukuri. Bagi Musa, adalah lebih baik lagi jika semua orang Israel menerima kuasa Roh TUHAN sehingga semua bisa memahami apa yang diminta TUHAN dari mereka, dan tugasnya pun (Musa) akan menjadi lebih ringan.
  2. Memberdayakan orang lain. Pemilihan 70 tua-tua dari kalangan orang Israel menunjukkan jika Musa adalah seorang pemimpin yang mau memberdayan orang-orang yang dipimpinnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa Musa tidak mementingkan posisi dirinya sendiri untuk dijaga, melainkan kepentingan umat. Musa bukan seorang pemimpin yang semaunya sendiri sehingga mempertahankan kedudukannya dengan menghalalkan segala cara. Dengan sangat menginginkan agar orang lain juga menerima karunia indah itu dengannya, yang ada di dalam hatinya adalah keuntungan bangsa Israel secara keseluruhan daripada kedudukannya sendiri. Musa menghilangkan dan membongkar pola pikir yang takut akan disaingi. Baginya, semakin banyak orang yang bisa membantunya, semakin labih baik pula hasil yang dicapainya.
  3. Jangkauan kuasa Roh TUHAN tak terbatas oleh ruang dan waktu (bnd.Mazmur 104:30). Kuasa Roh TUHAN begitu besar, sehingga tembok dan dinding gereja tidak dapat membatasinya. Jika ada perubahan yang datang dari luar, kita tidak bisa serta merta mengatakan kuasa itu bukan dari TUHAN hanya karena cara mereka berbeda dengan kita. Justru di sinilah ditunjukkan bahwa TUHAN melalui Roh-Nya datang untuk mereka yang berkenan di hadapan TUHAN, juga mereka yang berada di luar kemah pertemuan seperti Eldad dan Medad. Kuasa Roh TUHAN juga tidak dibatasi oleh waktu. Waktu menjawan Yosua, Musa bisa dibilang turut bernubuat: “Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!”. Nyatanya nubuat Musa terjawab dalam nubuat nabi Yoel: “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu”. Akhirnya nubuat Yoel digenapi oleh TUHAN saat peristiwa Pentakosta di Yerusalem (Kis. 2).

Diposting tanggal 28 May 2020

Daftar Artikel

Pembaruan diri yang sangat penting adalah ketika kita mulai tiba pada sepadannya hidup dengan panggi.....

Selengkapnya ..

Seperti anak ayam kehilangan induknya. Kita sering mendengar ungkapan ini. Setiap insan yang kehilan.....

Selengkapnya ..

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah waktu kemuliaan Yesus. Karena Yesus adalah utusan All.....

Selengkapnya ..

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat satu-satunya ia dapat menemukan pembebasan dan ke.....

Selengkapnya ..

In the field of Biblical study there have appeared many suggestions as to what is the central theme .....

Selengkapnya ..

Gereja mungkin mengecewakan. Gereja mungkin membosankan. Gereja mungkin melakukan kesalahan. Namun s.....

Selengkapnya ..

"Suaraku paling merdu," ujar katak. Memang paling merdu sebab ia berada di bawah tempurung.....

Selengkapnya ..

Sebetulnya dengan orang yang tidak bertalian keluarga pun kita bisa berkerabat jika kita akrab denga.....

Selengkapnya ..

Selama kita hidup selama itu kita masih belajar. Dari belajar mempercayakan diri dan belajar tahu di.....

Selengkapnya ..

Buku yang tersaji dihadapan kita ini adalah seleksi teks-teks terpilih hasil jerih Pdt. Eka Darmaput.....

Selengkapnya ..

Jika kita merasa tahu dan pandai berdoa, itu berarti kita berasumsi melebihi Rasul Paulus. Bayangkan.....

Selengkapnya ..

Eka dilahirkan dengan nama The Oen Hien sebagai anak sulung dari dua bersaudara dalam sebuah keluarg.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...