Bahan Khotbah Minggu Ke-24 Tanggal 14 Juni 2020 MELAYANI TANPA PAMRIH Sorong inaa Ma’kamaya

Bahan Khotbah Minggu Ke-24 Tanggal 14 Juni 2020
MELAYANI TANPA PAMRIH
Sorong inaa Ma’kamaya

Bacaan Mazmur : Mazmur 116:12-19 
Bacaan 1   : Kejadian 18:1-15 
Bacaan 2   : Roma 5:1-11
Bacaan 3 : Matius 10:1-15 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Mazmur 116:12-14 
Petunjuk Hidup Baru : Matius 10:7-8

Tujuan:

 

Jemaat menyadari panggilannya untuk melayani tanpa pamrih.

Jemaat semakin tulus dan tanpa pamrih dalam menjalankan tugas panggilannya

Pemahaman Teks

Mazmur 116:1-2; 12-19 berisi tekad pemazmur untuk memenuhi janjinya yaitu bersyukur kepada Tuhan di depan seluruh umat. Ketika maut mengancamnya, ia bermohon kepada Tuhan. Tuhan mendengar permohonannya sehingga terluput dari segala derita. Pemazmur merespons pertolongan tersebut dengan cara mengangkat piala keselamatannya dan membayar nazarnya yaitu mempersembahkan syukur kepada Tuhan atas kebaikan Tuhan.

Kejadian 18:1-15 mengisahkan penampakkan diri Tuhan kepada Abraham untuk memastikan bahwa janjiNya mengaruniakan seorang anak (Ishak) kepada Abraham dari Sarah istrinya, akan digenapi. Sarah memang sesaat tidak percaya, tetapi jelas bahwa Sara akhirnya percaya (Ibr. 11:11).

Roma 5:1-11, Roma adalah salah satu dari tiga kitab yang menjelaskan Habakuk 2:4, “Orang benar akan hidup oleh iman” (Rm.1:17; Gal.3:11; Ibr.10:38). Tema pokoknya adalah “orang benar”, apa arti dibenarkan (dinyatakan benar oleh Tuhan) dan menjalani kehidupan yang benar. Kata kebenaran dalam berbagai bentuk muncul lebih dari empat puluh kali. Dalam surat-surat Paulus, kita sering menemukan beberapa istilah yang dibentuk dari akar kata “benar” antara lain dibenarkan (Rm.2:13,3:24) dan “kebenaran” (Rm.4:20-22). Dalam Roma 3:28, Paulus menegaskan bahwa manusia “dibenarkan” karena iman, bukan karena melakukan hukum Taurat. Juga seorang Abraham percaya kepada janji Allah, sehingga kepercayaannya diperhitungkan sebagai “kebenaran”. Dalam Roma 1:17 Paulus berkata bahwa Injil mengungkapkan kebenaran Allah. Ucapan ini menunjuk dua hal: Pertama, kedudukan manusia yang dijadikan benar. Kedua, kedudukan yang dikaruniakan secara bebas kepada orang berdosa yang percaya melalui Kristus (‘karunia kebenaran’ Rm 5:17; bnd 3:21;9:30).

Matius 10:1-15 berisi panggilan dan pengutusan Yesus atas kedua belas murid-Nya. Dengan mengumpulkan kedua belas murid, Yesus ingin menerangkan bahwa Ia adalah Mesias untuk seluruh Israel. Lalu memberi kuasa kepada mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib seperti mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan segala penyakit (10:1). Agar domba-domba yang hilang kembali karena sesungguhnya kerajaan Allah sudah dekat (10:5-7). Tugas ini harus dilaksanakan dengan tulus dan tanpa pamrih : “kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (ay. 8).

Korelasi: Keempat bacaan tersebut di atas menjelaskan tentang kasih karunia Allah yang begitu besar bagi kehidupan manusia, yakni sebagaimana yang diyakini dan dialami oleh pemazmur, Abraham, Rasul Paulus dan kedua belas murid yang diutus. Sehubungan dengan kasih karunia itulah, pemazmur merenungkan bagaimana harus membalas kebaikan Tuhan. Bahkan lebih jauh lagi, sehubungan dengan kasih karunia ini jugalah, Yesus Kristus memberikan tugas pengutusan yang disertai dengan sebuah pesan: “kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (ay. 8).

Garis Besar Khotbah
Jemaat menyadari panggilannya untuk melayani tanpa pamrih

Matius menyampaikan suatu visi tentang Kerajaan Allah yang datang dalam diri-Nya melalui serangkaian mukjizat (pp.8–9). Setelah itu, Yesus memanggil murid-murid, dan menjelaskan identitas mereka sebagai anak-anak Allah yang dituntut percaya dan hidup dalam kasih. Ia memanggil mereka untuk memperluas pelayanan-Nya. Mula-mula murid-murid mendapat panggilan untuk mengikut Yesus (Mat. 4:19,21  Mat 9:9  Yoh 1:43), dan sekarang mereka mendapat panggilan untuk melayani. Sebelum mereka melayani, mereka mendapatkan instruksi dan pembekalan langsung dari Yesus.

Ke mana?
Bukan kepada bangsa lain (Gentiles/non Yahudi), bukan pula kepada orang Samaria (untuk tahu latar belakang orang Samaria, baca 2 Raja 17),  melainkan  kepada domba yang hilang dari Israel (bdk. Mat 15:24  Ro 15:8). Pembatasan ini jelas bersifat sementara karena dalam Matius 28:19 dan Kisah Rasul 1:8 terlihat jelas Yesus menghendaki murid-Nya melakukan pemberitaan Injil bagi semua bangsa. Menarik merenungkan pernyataan, hanya kepada domba yang hilang dari Israel. Siapakah mereka zaman ini? Adakah warga jemaat kita yang termasuk bagian ini?

Tugasnya
Yesus memanggil murud-murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka. Istilah kuasa di sini mengandung arti “hak” untuk menggunakan “kuasa” mengatasi roh-roh jahat. Jadi kuasa di sini bukan sebagai suatu keahlian, kekuatan atau kemampuan jasmani. Beberapa penerjemah menggunakan ungkapan “kuasa untuk memerintahkan”. Baik Alkitab Terjemahan Baru maupun Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini menjelaskan bahwa kuasa tersebut digunakan untuk mengusir roh-roh jahat. Jadi Yesus memberi kuasa kepada mereka sehingga jika mereka menyuruh roh jahat keluar dari seseorang, maka roh jahat itu akan menaatinya. Demikian pula halnya dengan penyakit dan membangkitkan orang mati. Istilah kuasa di sini bukan berarti kemampuan atau keahlian para murid, melainkan otoritas dari Allah sendiri.

Pesan Yesus:
Ayat 8b: kamu memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah dengan cuma-cuma. Dengan cuma-cuma dapat diterjemahkan “tanpa membayar” atau “tanpa bayaran”. Ayat ini menegaskan kepada murid dari siapa mereka menerima kuasa itu dan kepada siapa mereka wajib memberikan kuasa itu. Jadi sekarang kamu harus pergi dan melakukan hal yang sama kepada orang lain, tanpa pamrih apapun. Pelayanan yang Tuhan kehendaki adalah pelayanan yang tidak disertai dengan ungkapan, seperti “belanna kamiri na ...”. Sebagai orang yang dipanggil Tuhan, kita sepenuhnya sadar, bahwa semua hanya oleh karena anugerah-Nya. Kita hanyalah alat di tangan-Nya.

Jemaat semakin tulus dan tanpa pamrih dalam menjalankan tugas panggilannya.
Kemunduran dalam bidang iman senantiasa membawa dampak yang sangat signifikan dalam kehidupan umat manusia di dunia ini. Hal yang sama dialami oleh bangsa Israel, pada zaman Yesus. Akibatnya kejahatan meningkat dan menurunnya pertimbangan moral. Itu pulalah yang kita alami saat ini. Satu pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kisah bangsa  Israel: Allah tidak membiarkan umat-Nya terus berada di dalam keadaan seperti itu. Ia memanggil dan mengutus orang-orang untuk mengingatkan mereka. Allah dapat membangkitkan orang-orang yang mau dipakai-Nya dari latarbelakang kehidupan mana pun bahkan dari keadaan yang mustahil sekalipun (Abraham yang sampai usianya 100 tahun belum memiliki keturunan, Raja Daud yang penuh dengan dosa dan Paulus si penganiaya jemaat). Kita pun dipakai-Nya. Tetapi kita sering menetapkan sendiri, bahwa mereka yang dapat melayani Tuhan ialah hanya kelompok tertentu. Ada anggota jemaat tidak merasa nyaman jika tidak dilayani oleh pelayan tertentu. Tuhan dapat mengenyangkan kita dari sudut mana pun dalam kehidupan ini, karena Allah dapat memakai siapa saja untuk melayani umat-Nya.

Pengakuan Gereja Toraja Bab VI ayat 6 menekankan umat Allah sebagai tubuh Kristus bukanlah suatu persekutuan yang statis dan hidup bagi dirinya sendiri, melainkan jemaat adalah satu arak-arakan yang dinamis dan terbuka serta mengundang semua orang melalui kesaksian hidup, pelayanan dan pemberitaannya untuk ikut dalam arak-arakan itu menuju kepada kepenuhan hidup di dalam Kerajaan Allah. Berdasarkan pengakuan ini kita mengakui, bahwa kita tidak dipanggil hanya untuk ikut Yesus, tetapi juga untuk melayani Dia tanpa pamrih! Ada kuasa dari Dia yang memanggil dan mengutusmu, untuk semakin tulus dan tanpa pamrih dalam melayani.


Diposting tanggal 11 Jun 2020

Daftar Artikel

Seperti anak ayam kehilangan induknya. Kita sering mendengar ungkapan ini. Setiap insan yang kehilan.....

Selengkapnya ..

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah waktu kemuliaan Yesus. Karena Yesus adalah utusan All.....

Selengkapnya ..

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat satu-satunya ia dapat menemukan pembebasan dan ke.....

Selengkapnya ..

In the field of Biblical study there have appeared many suggestions as to what is the central theme .....

Selengkapnya ..

Gereja mungkin mengecewakan. Gereja mungkin membosankan. Gereja mungkin melakukan kesalahan. Namun s.....

Selengkapnya ..

"Suaraku paling merdu," ujar katak. Memang paling merdu sebab ia berada di bawah tempurung.....

Selengkapnya ..

Sebetulnya dengan orang yang tidak bertalian keluarga pun kita bisa berkerabat jika kita akrab denga.....

Selengkapnya ..

Selama kita hidup selama itu kita masih belajar. Dari belajar mempercayakan diri dan belajar tahu di.....

Selengkapnya ..

Buku yang tersaji dihadapan kita ini adalah seleksi teks-teks terpilih hasil jerih Pdt. Eka Darmaput.....

Selengkapnya ..

Jika kita merasa tahu dan pandai berdoa, itu berarti kita berasumsi melebihi Rasul Paulus. Bayangkan.....

Selengkapnya ..

Eka dilahirkan dengan nama The Oen Hien sebagai anak sulung dari dua bersaudara dalam sebuah keluarg.....

Selengkapnya ..

Teman, bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok den.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...