MEMBENTUK KADER TANGGUH LEWAT PEMBINAAN DAN KAM REMAJA
Wadah Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) merupakan sebuah wadah atau kelompok pelayanan atau Organisasi Intra Gerejawi (OIG) dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja yang sudah ada cukup lama yaitu enam puluh tahun lebih, sebagai wadah pembinaan bagi anak anak dan renaja dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja. Berbagai kegiatan dilakukan baik untuk pembinaan para guru SMGT ataupun untuk pembinaan anak SMGT mulai dari tingkat jemaat, Klasis, Wilayah (rayon) sampai ke tingkat pusat. Khusus untuk anak SMGT tingkat Pusat ada Jambore (sudah empat kali dilaksanakan setiap lima tahun), Kam Remaja (dua kali dilaksanakan setiap lima tahun), Tekad seratus (sudah sekali dilaksanakan dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan untuk kedua kalinya). Semua ini sebagai sebuah wadah pembinaan secara terencana, berjenjang dan berkesinambungan. Ini yang penulis dalam catat dalam sejarah perjalanan pelayanan SMGT sejak 30 tahun terakhir ini.
Menyiapkan Kader
Salah satu pergumulan gereja ialah bagaimana menyiapkan kader untuk kepemimpinan masa depan. Untuk itu “Kepada seluruh adik adik yang menghadiri kegiatan ini merupakan sebuah wadah untuk membentuk menjadi kader kader pemimpin Gereja Toraja, bangsa dan masyarakat dimasa yang akan datang. Untuk itu, sebagai generasi muda, wadah ini merupakan tempat untuk memperkokoh iman yang disebut berakar, kokohkan dirimu dalam berinovasi, berkarya dan tampil demi masa depan Gereja Toraja”. Demikian pokok sambutan Bupati Toraja Utara Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si dalam sambutan menyapa seluruh hadirin dalam pembukaan Kam Nasional Remaja II Sekolah Minggu Gereja Toraja Kamnas II SMGT) pada tanggal 1 Mei 2019.
Membangun kesejukan
Salah satu pergumulan Gereja Toraja adalah masalah pelestarian lingkungan hidup. Hal ini merupakan slaah satu pokok tugas panggilan Gereja Toraja yang sudah dicanangkan dalam bentuk Pokok Pokok Tugas Panggilan Gereja Toraja yang diputuskan di Sidang Sinode Am XXIV Gereja Toraja tahun 2017 di Makale sebanyak 7 tugas pokok dan salah satunya yaitu : Peningkatan Kepedulian dan tindak nyata Gereja dalam pemeliharaan keutuhan ciptaan. Hal ini pulalah yang mendorong meninspirasi pelaksanaan Kam Remaja II Gereja Toraja dilaksanakan di Parandangan.
Hal ini sejalan dengan sambutan Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja Pdt. Musa Salusu, M.Th mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan di sebuah Desa (Lembang-red) yang jauh dari kota (keramaian) guna lebih mendekatkan anak anak remaja kepada suasana kesejukan alam Toraja dengan lingkungan yang masih asri dan masih terpelihara dengan baik supaya menjadi inspirasi kepada generasi muda untuk tetap memelihara alam dengan mengajak anak remaja untuk tetap memelihara alam, pertanian, perkebunan, hutan guna kelangsungan kehidupan dimuka bumi ini dimasa yang akan datang. Selain itu untuk membangun rasa cinta generasi muda kepada kampung halaman Toraja. Siapa lagi yang akan mencintai Toraja yang sejuk, indah dan damai kalau bukan kita semua.
Suasana ceriah
Suasana di lokasi pembukaan Kamnas Remaja Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) terasa sejuk dengan dekorasi dan aksesories panggung tempat pembukaan Kamnas dan juga peserta dengan memakai baju yang didenominasi warna pink. Suasana ini disemrakkan dengan senyuman ceriah penuh bahagia dari seluruh peserta, panitia dan undangan yang menghadiri pembukaan.
Ada lima kunci yang menjadi pedoman dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini yaitu senang, harapan, pilihan, berbuah dan terima kasih. Artinya, datang ke kegiatan ini dengan hati yang senang dengan penuh, mereka yang datang adalah anak anak pilihan dan setiap klasis dengan harapan mereka akan menghasilkan buah yang lebih baik. Hal ini sebagai harapan yang diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat SMGT (PP.SMGT) dalam sambutan pembukaan pada tanggal 1 Mei 2019.
Acara pembukaan juga dihadiri Ketua BPS Gereja Toraja, sejumlah tokoh Gereja Toraja, tokoh agama, tokoh msyarakat, Sekda Toraja Utara Drs Rede Roni Bare, M.Pd, Camat Buntu Pepasan Ruben To’allo dan sejumlah undangan lainnya.
Membina lewat tokoh Inspirasi
Adapun pokok kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah pembuatan video pendek, inspirasi tokoh Alkitab, Outbond, BGA (Love My Bible), EE For Teens (Umpakareba kasalamaran) serta remaja sebagai pelopor keselamatan berkendara, bahaya rokok, dan beberapa materi lainnya. Adapun pembicara atau tokoh inspirasi dalam kegiatan ini adalah : Drs. Boaz Baan Lote’ seorang trainers/motivator solata smile Comunication Malang dan ketua Koperasi Senyum Malang, kelahiran Leatung 12 September 1958 menikah dengan Helena Linthin dan dikaruniai tiga orang anak dan tiga orang cucu. Selain itu juga selaku Ketua Majelis Cabang kebaktian Malang. Ir. Edwar Tanari kelahiran Palopo 11 Juli anggota Jemaat Jatiwaringin Jakarta, sehari harinya sebagai staff ahli DPR RI Fraksi PDIP sejak 2006 sampai sekarang. Edo’ panggilan akrabnya menikah dengan Liza Suryaputra dan dikaruniai dua orang anak yaitu Elza Pramesthi dan Elan Pradana. dr. Daniel Sau’ Sumbung yang akrab dipanggil Dani, sehari harinya berfrofesi sebagai dokter dalam dalam kehidupan gereja merupakan salah satu Majelis Gereja Toraja di jemaat Surabaya. Menikah dengan Damaris Lande’ dan dikaruniai dua orang anak yaitu : Miranda Turusaka Sau’ dan Filianto Nugraha Sau’. Sedangkan Ir. Daniel Tandi kelahiran Sapan 13 Juni 1961 merupakan seorang PNS yang sudah diberikan beberapa jabatan sebagai tempat mengabdi di Toraja Utara. Dr. Dr. Ir. Esther Sanda Manapa,MT kelahian Makassar 12 Juli 1967 merupakan salah seorang Dosen di Unhas pada departemen kelautan dan juga dalam berbagai pekerjaan tingkat Nasional yang berkaitan dengan keahliannya. Ir. Edy Daniel Tondok adalah keahiran Rantepao 22 Januari 1962 dikaruniai dua orang anak dari pernikahannya dengan Sarah Silamba. Sehari hari sebagai General Manajer PT Dutaperkasa Unggullestari dan Direktur PT Agit Perkara dan dilingkungan pelayanan sebagai Majelis Gereja di Cabang Kebaktian Malang, dan dalam sosial kemasyarakatan sebagai Ketua IKAT Malang. Lisamerie Parantean yang lebih akrab dipanggil Lisa merupakan seorang pekerja profesional di bidang media. Antonius Pongsilurang, merupakan juga salah satu putra Toraja Alumni Istitut Teknologi Bandung 1987 yang sejak tahun 1988 bergelut dalam program air bersih mulai dari NTT, Sulawesi Tenggara, Jabodetabek, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Selain itu juga dengan sejumlah fasilitator dan pendamping dari aktifis SMGT dan pendeta untuk pendalaman pemahaman Alkitab dengan beberapa metode.
Peserta
Dalam kegiatan yang diikuti 2.099 anak remaja yang berasal dari 93 klasis dan dilaksanakan selama lima hari yaitu tanggal 1-5 Mei 2019 dipusatkan di Lembang Parandangan, Kecamatan Buntu Pepasan Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan dibawah sorotn tema : “Remaja Teguh Karena Berakar di Dalam Kristus”. Tema ini merupakan turunan dai tema lima tahun Gereja Toraja “Berakar Dalam Kristus, berbuah banyak dalam dunia”. Berangkat dari tema tersebut, maka ditetapkanlah tiga (3) lagu resmi (Oficial songs) Kamnas Remaja II Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) yaitu : 1. Berakar, Ciptaan Pdt. Tiku Rari (lagu tema SSA XXIV), Berakar, Betumbuh, Berbuah, Ciptaan Hope Ministry (lagu tema Jambore Nasional IV SMGT) dan Remaja Teguh Indonesia Tangguh, ciptaan Hope Ministry (Lagu tema Kamp Remaja NasionalI).
Dalam Kamnas II Remaja se Gereja Toraja yang berlangsung 1-5 Mei 2019 bertujuan untuk mewujudkan remaja teguh yang siap mengabdikan dirinya untuk membangun gereja dan membangun Indonesia yang jaya, kuat dan bermartabat. Adapun sasaran kegiatan ini adalah : Pertama, Mewujudkan remaja yang cinta Tuhan, cinta Alkitab, cinta Gereja Toraja, cinta sesama dan cinta alam semesta. Kedua, Membentuk remaja yang berkarakter kristiani di rumah, di sekolah dan di dalam pergaulan. Ketiga, Membentuk remaja yang beretos unggul dalam sikap dan tindakan yang menjunjung tinggi nilai nilai sosial, kebersamaan, gotong royong, kesetiakawanan dan kekeluargaan. Keempat, Menjadi remaja yang penuh percaya diri dalam menginspirasi keluarga dan lingkungannya, serta menginspirasi pelayanan gereja dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Guna mencapai tujuan tersebut diatas, maka kegiatan selama Kamnas II yang berlangsung di Parangan, Toraja Utara, Sulawesi Selatan dibagi dalam beberapa pokok yaitu : ibadah, kreatifitas dan dinamika kelompok, pengembangan kepribadian, inspirasi tokoh, pembelajaran etos kerja dan kepedulian lingkungan dan outbond.
Perlu lebih dikembangkan dan keberlanjutan
Kegitan seperti ini amat penting, materinya bagus sesuai kebutuhan kami para remaja kini. Dalam kegiatan ini kita dapat banyak pengalaman, banyak sahabat, banyak insiprasi, juga ide ide dalam kehidupan dimasa yang akan datang sebagai seorang remaja. Untuk itu, sangat dibutuhkan keberlanjutan kegiatan secara berkala dan kalau bisa dilakukan pada tingkat Wilayah secara berkala karena dalam kegiatan yang belangsung di Parandangan tentu pesertanya amat terbatas. Banyak dari teman teman remaja Gereja Toraja membutuhkan materi dan kegiatan seperti ini tetapi karena keterbatasan maka sangat sedikit anak remaja yang mengikutinya. Hal ini diungkapkan oleh Charisma salah satu peserta dari Rantepao sesudah kembali dari Parandangan.
Diposting tanggal 10 May 2019
