Minggu, 20 Januari 2019 Mazmur 145:1-7 PUJIAN ADALAH KESAKSIAN Pa’pudian iamo Kasa’bian
Minggu, 20 Januari 2019 Mazmur 145:1-7
PUJIAN ADALAH KESAKSIAN
Pa’pudian iamo Kasa’bian
Pujian adalah respon yang diberikan oleh seseorang terhadap orang lain yang telah melakukan perbuatan baik dan berkesan di dalam hidupnya. Seseorang tidak akan memuji atau dipuji karena dia melakukan sebuah kejahatan.
Demikian pujian yang juga dinyatakan pemazmur di dalam pembacaan Mazmur 145:1-7. Pertama-tama pemazmur mengakui bahwa Allah adalah Raja, setelah itu pujian kepada Allah sebagai Raja diungkapkan oleh pemazmur. Dialah Allah yang besar dan perbuatan-perbuatan-Nya ajaib (ay. 3,5,6). Dalam Pujiannya pemazmur berkomitmen untuk memuji dan memuliakan Tuhan di setiap harinya (ay.2), bahkan mengajak orang lain juga untuk memuji Tuhan dengan memberitakan kebaikan dan kebesaran Tuhan di dalam hidupnya.
Memuji Tuhan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan oleh orang yang percaya. Semua orang tidak perlu masuk sebuah kelas khusus untuk belajar tentang cara memuji Tuhan. Pujian kepada Tuhan adalah ekspresi yang lahir dari setiap orang yang menyadari perbuatan Tuhan di dalam hidupnya. Sadar atau tidak sesungguhnya di setiap harinya kita tidak lepas dari pandangan Tuhan. Sebagai Raja atas kehidupan kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia selalu menyatakan kebaikan-Nya dan kebesaran kasih-Nya di dalam kehidupan kita. Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memuji dan memuliakan nama-Nya sama seperti pemazmur. Bahkan dalam pujian dan penyembahan kita, seharusnya sikap kita sama seperti pemazmur yaitu memiliki komitmen untuk mengajak orang lain juga memuliakan Tuhan di dalam hidupnya, agar pertumbuhan iman itu dapat kita alami secara bersama-sama. Pada akhirnya semua orang dapat bersorak-sorai memuji kemurahan kasih Tuhan.
Diposting tanggal 17 Jan 2019
