Jumat, 6 Juli 2018 Markus 9:14-19 ANGKATAN YANG TIDAK PERCAYA
Jumat, 6 Juli 2018 Markus 9:14-19
ANGKATAN YANG TIDAK PERCAYA
Sebagai seorang guru mekanik, ia telah berupaya memberikan ilmunya kepada sejumlah murid yang akan pergi melakukan parktik lapangan, dengan harapan bahwa murid-muridnya telah memiliki bekal untuk melakukan segala perbaikan pada bagian-bagian mesin. Namun setelah para murid berada di lapangan mereka justru takut membongkar mesin yang diberikan oleh kepala perbengkelan kepada mereka, sehingga mereka tak dapat berbuat apa-apa.
Sebelumnya para murid telah menerima kuasa untuk mengusir setan (Mrk. 3:14-15). Bahkan mereka pun telah berhasil melakukannya (Mrk. 6:6b-13). Namun mereka tidak memelihara kepercayaan itu dalam hidupnya, sehingga mereka gagal mengusir setan yang menguasai seorang anak hingga dia bisu. Mengapa mereka gagal (ayat 17-18). Kenapa? Pertanyaan Yesus menyiratkan bahwa mereka kurang beriman (ayat 19). Kebersamaan mereka dengan Yesus selama itu ternyata tidak menumbuhkan iman dan pemahaman mereka, padahal seharusnya kedekatan mereka dengan Yesus akan membuat anak tersebut menjadi sembuh.
Kita adalah orang yang digelar sebagai orang yang percaya kepada Kristus? Namun seberapa dalam penghayatan kita dalam menghidupi iman kepada Kristus?. Apakah iman kita kepada Kristus terus bertumbuh sampai hari ini? Atau justru kita semakin kehilangan iman ketika kita menghadapi persolan yang menurut kita sulit di atasi?. Yesus adalah Allah kita yang kepada-Nya kita beriman. Karena itu jangan hanya sebatas percaya namun tidak mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Dengan iman kita dapat berkata bahwa apa yang tidak mungkin bagi kita maka mungkinlah bagi Allah. Kita harus yakin bahwa hanya dengan iman maka kita dapat melakukan segla hal yang berhubungan dengan kehidupan kita, bahwa didalam Yesus kita dapat mengubah sesuatu. Amin
Diposting tanggal 01 Jul 2018
